Awas, Niat Kepeleset!

niat

Innamal a’malu binniyat. Amal (perbuatan) itu tergantung niatnya. Hadits ini cukup populer, namun memang masalah hati itu licin, banyak kepelesetnya. Dalam kitab shahih Bukhari disebutkan di awal bahwa setiap amal yang tidak diniatkan karena mengharap Allah adalah sia-sia, tidak ada hasil sama sekali baik di dunia maupun di akhirat. Ngeri, ketika kita udah capek-capek ini itu tapi nggak ada nilai pahalanya. Capek doang..

Kita ngaji lagi hadits itu yuk. Ini lengkapnya:

“Dari Umar radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amal itu tergantung niatnya. Dan seeorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai kemana ia hijrah.”” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam ahli hadits)

Siapa yang punya kecengan sholehah bingits, terus kamu kepengen jadi sholeh biar bisa berjodoh sama doi? Hayo lohh.. | Ini mah pengalaman penulis ya? | Iya T.T (udah ah curcolnya)

Dulu ada seorang pria yang melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah tapi itu ia lakukan karena ingin menikahi wanita yang ia cintai yang bernama Ummu Qais. Nah, makanya si pria itu dijuluki “Muhajir Ummu Qais” (orang yang pindah karena Ummu Qais). Cerita ini shahih, tapi ini bukan asbabul wurud dari hadits “Innamal a’malu binniyat”

Agak nyinggung cinta-cintaan nih. Waktu SMA yang jaman-jamannya VMJ (Virus Merah Jambu), kalo ikut pengajian acara-acara yang bahas ginian sering denger “wanita yang baik untuk lelaki yang baik” (dari QS. An-Nuur: 26). Terus liat..liat.. mana kecengan.. Duh ternyata dia wanita yang baikkk beud. Sementara diri ini nggak sepadan sama dia. Da aku mah apa atuh.. #pundungdipojokan #ngurekngureksampah. Terus akhirnya jadi semangat buat memperbaiki diri, biar bisa sepadan sama dia. Dann misinya adalah “memantaskan diri untuk jodoh”. By the way ini bukan pengalaman saya ya, ini cerita orang. (Yaa walaupun saya juga kayak gitu sih) #parah T.T

Semenjak itu jadi rajin banget ibadah, rajin belajar, rajin menabung, rajin nyontek, rajin mabal, dan rajin-rajin lainnya. Pokoknya apapun deh yang bisa bikin gue jadi hebat, yang bisa bikin gue jadi sholeh ga pake pati. Bener deh pokoknya karena kekuatan cinta ini akselerasinya jadi edan-edanan. Liat doi udah hafal berjuz-juz al-Quran, akhirnya ga mau kalah, hafalan dikebut. Dan banyakk lagi kelakuan lainnya. Oke ngaku aja deh, ini sebenernya saya. Ssstt,, jangan bilang-bilang yak, nanti ketahuan doi :p . Bener kata Rumi, cinta itu bisa mengubah duri jadi mawar, cuka jadi anggur, setan jadi malaikat. Keren bingits kan kekuatan cinta ini. Eits,, tunggu dulu.. ternyata ini ga ada apa-apanya.

Seorang ulama (saya lupa lagi siapa) pernah bilang: “Seseorang melakukan sesuatu karena sebuah alasan. Ketika alasan itu hilang, maka hilanglah pula perbuatan itu.” Dan itulah yang terjadi.. Ketika cinta itu hilang, semua yang dilakukan berhenti begitu saja dengan otomatis. Contohnya aja yang tadinya ngapalin Quran sehari paling banyak satu halaman, jadi satu ayat, itu juga kalo lagi mood. Dan disitulah baru sadar.. Oh iya,, niat gue cuma karena wanita, bukan karena Allah.. Sedihh banget. Astaghfirullah.. Emang bisaan euy setan mah. Tukang tipu! Punten nya tan, da memang begitu. Tipu daya setan itu amat halus, ngajak orang jadi sholeh tapi dibikin biar niatnya tikosewad, tijalikeuh, kepeleset, nggak karena Allah.

Sebenernya kalo niat kita lurus karena Allah sih, semuanya juga bakal ngikutin. Jodoh, rezeki, jabatan, kekuasaan, itu cuma bonus.. Kata pepatah juga “dimana melak pare disisina aya jukut, dimana melak jukut disisina moal aya pare.” (Dimana menanam padi dipinggirnya akan ada rumput. Dimana menanam rumput dipinggirnya tidak akan tumbuh padi). Nah bonus-bonus itu ibarat rumputnya.. Kalo ngarep bonus sih boleh aja, tapi niat tetep karena Allah..

Soal “memantaskan diri”, mending kosa kata itu dihapus, memang memperbaiki diri itu harus, tapi niatnya juga kudu lurus..

Wallahu a’lam bishawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s