Islamophobia dan Pluralisme Agama, Konsep Perdamaian Buta

Akhir akhir ini saya mengamati ternyata virus-virus liberal, sekuler, plural, udah edan-edanan meracuni kawan-kawan yang saya kenal, juga saudara-saudara saya. Ternyata serigala-serigala berbulu domba yang mengatasnamakan dirinya Islam bergerak cepat seperti sel kanker yang menggerogoti tubuh dari dalam. Media juga berperan penting dalam penggiringan opini, baik yang ke arah negatif maupun ke arah netral tapi keblinger. Khususnya di sosial media, lalu lintas penyebaran informasi sangat ramai sampai tidak terasa mempengaruhi cara berpikir.. ngeri.. Tulisan asal keren dan meyakinkan, bisa pake gaya Kahlil Gibran, atau pake gaya intelek kaya Vicky Prasetyo, lebih bisa diterima walaupun isinya entah benar atau salah. Dikemas sedemikian rupa supaya kelihatan benar.. Kalau tak punya iman yang kuat.. habislah sudah..
Sebenarnya banyak fenomena yang harus diungkap, tapi perlahan-lahan saja..

Islamophobia.. ketakutan dengan islam, itulah yang sedang bersuara nyaring saat ini. Banyak sekali suara-suara seperti: Islam itu radikal; Islam itu anarkis; Islam itu intoleran; Kalau Islam berkuasa nanti yang lain akan dihabisi, dimusnahkan. Kalau non muslim yang bilang seperti itu wajar lah.. mereka kan belum tahu. Tapi ternyata ada juga loh yang ngaku muslim tapi bilang begitu. Banyak malah.. Mungkin mereka lelah.. Hmm..

Memang dakwahnya serigala-serigala berbulu domba itu hmm.. Mereka memang tidak langsung menyerukan Islamnya itu begini-begitu, tapi mereka menyusup masuk di antara celah tabir yang sangat tipis. Maka muncullah muslim-muslim (katanya sih muslim) yang “nyinyir”sama muslim. Ada yang rame-rame nolak pembangunan gereja liar, dinyinyirin dibilang nggak toleran. Ada yang rame-rame pengen nutup prostitusi, dinyinyirin dibilang nggak respek, nggak punya rasa kemanusiaan. Ada yang rame-rame ngasih sumbangan buat palestina, dinyinyirin dibilang ngasih sumbangan buat perang.. Dan masih banyak lagi kenyinyiran mereka.. Jangan-jangan anda nyinyir juga ya? Hayoo ngaku..

Apa iya sih Islam itu radikal, anarkis, intoleran? Hmm.. Masa sih? Kok saya belum pernah dengar ya ada pembantaian suatu etnis oleh muslim? Kok saya belum pernah denger orang-orang non muslim didiskriminasi oleh muslim, seperti Jerman dan Italia mendiskriminasi ras selain mereka?
Hmm.. coba dicermati surat Al-Mumtahanah ayat 8, yang artinya:
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Keren kan bro? Sejarah juga membuktikan kepemimpinan Rasulullah di Madinah yang warganya beraneka ragam agama, dengan sistem Islam nggak merugikan siapa-siapa. Hak-hak non muslim dijamin dan diperlakukan adil. Jadi kenapa harus takut dengan syariat Islam? Apakah dengan syariat Islam lantas mengkotak-kotakkan, memecah belah persatuan antar warga? Nggak tuh, sejarah membuktikan damai-damai saja. Islam juga nggak pernah mendiskriminasi suatu etnis.

“Sesungguhnya Allah telah menghilangkan fanatisme Jahiliyah serta pengagungan mereka terhadap nenek moyang dari kalian. Manusia itu berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Tidak ada keutamaan seorang Arab atas seseorang Ajam (non Arab), kecuali dengan ketakwaannya”

Dimana sih letak kejahatan Islam? Islam itu beringas? Doyan perang?

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(QS. Al-Anfaal: 61)

“Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus puka terhadap mereka.” (QS.At-Taubah: 7)

“Orang Islam bunuhin orang!” Yaelah bro, pas perang ya pasti bunuh-bunuhan lah masa mau tatarucingan.. Bahkan saat perang pun ada etikanya, Sabda Rasulullah:

“Janganlah engkau melanggar janji, melampaui batas, mencincang musuh, membunuh perempuan, anak-anak, membunuh orang yang sudah tua, memotong pohon yang sudah berbuah, dan menyengsarakan orang yang terluka. Di medan perang engkau akan menemui rahib yang sedang beribadah di rumah-rumah ibadah mereka, maka tinggalkanlah mereka itu dan biarkanlah mereka dengan kesibukannya.”

Jadi siapa sih yang beringas? Siapa sih yang suka ngebunuh-bunuhin anak-anak? Islam motong pohon aja dilarang, apalagi menghancurkan sekolah, rumah sakit, tempat ibadah..
Islam itu paling top dalam masalah toleransi. Nah, yang sering disusupkan oleh serigala berbulu domba itu pluralisme disamakan dengan toleransi. “Udah lah nggak usah ngafir-ngafirin orang.. Semua agama itu baik kok. Nggak usah ngerasa paling bener, siapa tahu ada orang yang bukan muslim tapi lebih baik daripada kita..”

Sepertinya kita sering mendengar statemen yang serupa seperti di atas kan? Bahkan saat SD di PPKn selalu disebutkan, “semua agama mengajarkan kebaikan”. Apa yang salah sih? Sekilas memang tidak ada yang salah.. Karena mereka bergerak halus diantara tabir benar dan salah.

Pluralisme ini hubungannya erat dengan isu perdamaian. Dulu pernah saya bahas tentang damai palsunya kaum liberal. Coba sekarang, pilih mana, kebaikan atau kebenaran?? Apakah yang baik sudah pasti benar? Nah di ranah inilah serigala-serigala berbulu domba itu memamah biak mangsanya. Yang dijejalkan selalu kebaikan-kebaikan. Padahal palsu.

Contoh saja, isu poligami. Yang digembar-gemborkan apa, muslim doyan perempuan, nggak setia, nggak ngerti perasaan perempuan. Seolah-olah omongannya baik ya? Dan diamini oleh banyak orang, termasuk muslim sendiri! #tepokjidat. Laki-laki ya emang doyan perempuan, doyan laki ya nggak normal! Di status saya yang sebelumnya pikiran laki-laki didominasi oleh seks. Islam itu indah, dengan kecenderungan laki-laki yang seperti itu disediakan sarana yang halal, dan pada tempatnya. Di agama lain pun Kristen & Yahudi juga memperbolehkan poligami. Dalam Islam poligami dibatasi hanya 4. Poligami dinyinyirin, kalau zina, selingkuh, sama prostitusi nggak apa-apa. Prostitusi dibela sampai mati. Oke sip. #GagalPaham

Contoh yang lain, tentang isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Digembar gemborkan LGBT itu adalah hak asasi manusia, jadi pernikahan LGBT harus dilegalkan.. Coba lihat banci-banci Thailand, hampir mirip 99% seperti wanita (kecuali bagian bawahnya (kecuali udah transgender)), cantik-cantik pula! Jika itu dilegalkan, dan tidak lagi dianggap tabu, banci-banci itu berkeliaran dan akan banyak lelaki yang tertipu. Wong sekarang aja udah ada kasusnya yang ketipu kan? Kata Mas Ulil sih (maaf yah yang nge-fans sama Ulil) kaum Sodom itu belum tentu diazab karena lesbian, bisa jadi karena perbuatan maksiat yang lain, Quran tidak menjelaskan.. Okeh yuk kita intip al-Quran nya..

“Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu” (QS. Al-A’raaf: 80-84)

Hmm.. Mungkin Mas Ulil lelah.. Nggak hanya di Islam yang melaknat homoseksual, di Kristen pun demikian.

“Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri” (Imamat 20:13)

Dan ada juga yang mati-matian ngebelain LGBT, padahal dirinya bukan LGBT. Pernikahan sesama jenis jadi hal yang wajar, dan pernikahan normal jadi tabu. Hiiyy.. Naúdzubillah. Ya mungkin nanti setelah kolom agama di KTP mau dihapus, kemudian kolom jenis kelamin mau dihapus juga.. Hmm..

Oke kembali lagi ke topik utama.. Kalau kita bikin statemen “Kristen itu kafir, Yahudi itu kafir.”, lantas akan diserang oleh kaum liberal: “Damai dong, Jangan suka mengkafirkan!” Hmm..

“Sesungguhnya telah kafirlah orang yang berkata: sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam..” (QS. Al-Maídah: 72)

Sah-sah saja lah muslim bilang Kristen itu kafir. Sah-sah saja Kristen bilang Muslim itu domba-domba yang tersesat. Sah-sah saja Yahudi bilang goyyim ke non Yahudi. Toh keyakinannya memang begitu kan? Justru kalau saya tidak mengkafirkan yang kafir ya berarti saya yang kafir dong! Dalam kacamata muslim, manusia itu ada dua jenis, kalau nggak muslim ya kafir. “kamu dibilang kafir kok sewot, hayo muslim yaa?” Pasti jawabannya tambah sewot. Hehe.. Kalau saya sewot dibilang domba tersesat mungkin saya juga Kristen..

“Nggak usah ngerasa paling bener sendiri. Bisa aja kafir lebih baik daripada yang muslim”
“Semua agama itu sama. Setiap orang asal baik bisa masuk surga”

Hmm.. Yuk intip lagi Quran nya..

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..” (QS. Ali Imran: 19)

Jadi, gimana? Semua agama itu sama? Lha wong perbedaannya juga udah jelas kok. Contoh, Kristen berkeyakinan Yesus adalah Tuhan. Islam berkeyakinan Yesus bukan Tuhan. Gimana bisa disebut sama?? Kalau secara eksak saya meyakini 1+1=2, sekaligus 1+1=3 itu dua-duanya benar, saya termasuk kenthir nggak?

Masa sih asal baik bisa masuk surga?

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan*, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan” (QS.Al-Furqon:23)
*Amal-amal mereka yang baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tidak dibalas oleh Allah karena mereka tidak beriman

“Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (QS. Al-Kahfi: 105)

Kalau setiap agama sama, ya udah ngapain beragama. Saran saya sih buat muslim yang menganggap semua agama itu sama/benar, mending pas sholat nggak usah baca al-fatihah deh (kalo sholat sih itu juga). Asli!! Jangan baca Al-Fatihah! Kenapa?

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS.Al-Fatihah 6-7)

Coba baca di tafsir mana pun, mereka yang dimurkai = Yahudi, sedangkan mereka yang sesat= Nasrani.
Katanya semua agama sama, tapi berdoa nggak mau ke jalan Yahudi & Nasrani. Gimana sih.. Menjilat ludah sendiri. Hehe.. #JILatJILat

“Ada Islam, Kristen, Yahudi, dsb. Gimana caranya biar semuanya damai? Ya udah campuraduk aja semua agama.” #LogikaJIL

“Gimana caranya biar muslim sama kafir bisa damai? Ikutan kafir aja yuk.” #LogikaJIL

“Saya punya banyak cangkir, ada yang isinya madu, susu basi, jus tongkol, air solokan, cileuncang, cikiih, cileuh. Gimana caranya yeuh supaya enak? Campurin aja semuanya” #LogikaJIL #kumahamaneh

Seperti yang telah saya tulis, Islam mengatur etika dengan non muslim. Perdamaian bukanlah dengan cara mencampuradukkan aqidah, tapi bagaimana berperilaku dalam ranah muamalah. Yang muslim kita bilang muslim, yang kafir kita bilang kafir. Tapi nggak sampai di kehidupan sehari-hari manggil temen yang non muslim “fir..fir.. kadieu geura kafir..”. Dalam urusan di luar ibadah, bebas berhubungan dengan non muslim, dalam bisnis, sosial, pendidikan, pelayanan publik, dsb. Rasulullah juga melakukan pergaulan sosial yang baik dengan komunitas-komunitas non muslim, seperti komunitas Yahudi di Khaibar dan Nasrani di Najran. Sikap profesional lah yang akan membawa perdamaian, profesional menempatkan sesuatu dalam tempatnya. Dalam mempertahankan aqidah harus sampai mati-matian. Tapi di luar itu etika harus dipelihara, kebaikan dan kelembutan harus dijaga.. So, gimana sob?

2 thoughts on “Islamophobia dan Pluralisme Agama, Konsep Perdamaian Buta

  1. alhamdulillah ada yang sepaham. insyallah yang lain juga bisa disadarkan dengan tulisan ini, karena banyak sekali orang” disekitar kita yang mengatasnamakan HAM, kerukunan beragama, saling menghormati, menganggap semua agama sama, serta beranggapan kalo hanya dengan berbuat baiklah kita bisa masuk SURGA, padahal tidak demikian. naudzubillah.. tetap semangat mengsyiarkan tentang kebenaran ya bro, insyallah dibalas sama ALLAH SWT, Jazakumullah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s