Tidak Ada Yang Bodoh

Waktu saya SD, teman saya dimarahi oleh mamanya. Pasalnya nilai matematikanya selalu jelek, tidak seperti saya. Saya memang merasa saya punya kemampuan lebih dibanding dengan yang lainnya. Tapi walaupun nilai-nilai saya bagus, nilai olahraga saya tidak bagus.. jauh dari bagus. Saya selalu juara 1 karena nilai-nilai pelajaran yang terlampau tinggi (lebay) dapat menutupi kekurangan saya di pelajaran olahraga.. Dulu saya tidak pernah belajar jika mau ujian, tapi saya selalu bisa mengerjakan. Tapi jika mau ujian olahraga, walaupun sudah latihan dulu ya tetap saja begitu..

Ngomong-ngomong soal kecerdasan, sebenarnya manusia memiliki kecerdasannya masing-masing. Menurut Profesor dari Harvard University, H. Gardner (H-nya itu Howard, bukan Haji :p ) ada 8 jenis kecerdasan yang bisa dimiliki manusia yaitu kecerdasan logical, visual, musical, intrapersonal, kinesthetic, interpersonal, naturalistic, dan linguistic. Seorang manusia pasti memiliki satu jenis kecerdasan ini atau lebih, dan kelebihan dari satu jenis kecerdasan akan merupakan kekurangan bagi kecerdasan yang lainnya. Misal, seseorang yang memiliki kecerdasan logika akan mempunyai kekurangan dalam kecerdasan kinestetik atau linguistik.

Kecerdasan logika (logic-mathematic), yaitu kemampuan dalam memahami suatu permasalahan logis dengan penalaran. Yang seperti ini biasanya pintar matematika, sains, filsafat. Berpotensi untuk menjadi ilmuwan/orang yang berpendidikan.

Kecerdasan Visual, yaitu kemampuan untuk memahami, dan menciptakan suatu imajinasinya dalam bentuk objek. Misal, jika orang awam melihat laut ia pasti akan mengatakan bahwa warna laut itu biru. Tapi jika pelukis yang melihat laut, sebenarnya warnanya tidak hanya biru, ada putih, abu-abu, hijau muda, aqua, dan banyak sekali kombinasi. Makanya kelihatan, jika lomba mewarnai, anak yang tidak cerdas secara visual ia akan mewarnai suatu objek dengan satu warna saja. Polos. Tetapi jika anak yang memiliki kecerdasan visual, ia akan mewarnai objeknya dengan berbagai macam kombinasi warna hingga menyerupai detail aslinya.

Kecerdasan Musikal. Kemampuan memahami, mengelola, menganalisis dan menciptakan nada. Orang yang mempunyai kecerdasan ini, pendengarannya akan sangat peka jika ada nada yang sumbang atau tidak cocok. Misal saja, menyetem gitar kini ada banyak alat atau software guitar tuner, tapi seorang yang memiliki kecerdasan musikal pendengarannya akan sangat peka ketika nadanya tidak pas walaupun berbeda 1 Hz. Cara yang mudah untuk mengetahui seseorang memiliki kecerdasan musikal atau tidak adalah cobalah dia untuk menirukan nada, jika nadanya tidak sama, berarti dia memang tidak berbakat.

Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami dan mengoptimalkan diri, peka terhadap emosi, ide, tujuan hidup, harapan, motivasi. Orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal ia lebih peka untuk mengendalikan diri bagaimana sebaiknya ia berperilaku. Orang yang seperti ini tipe orang yang pemikir, visioner, dan tertarik pada filosofi.

Kecerdasan kinestetik, kemampuan untuk mengekspresikan sesuatu dengan fisiknya. Ia akan sangat pandai untuk meniru suatu gerakan-gerakan yang dilakukan orang lain, atau menciptakan suatu gerakan baru. Misal saja, orang yang memiliki kecerdasan kinestetik akan lebih mudah dan lebih tangkas dalam berolahraga. Atau penari yang menirukan gerakan instrukturnya, dan menciptakan suatu gerakan baru yang indah.

Kecerdasan interpersonal, adalah kemampuan untuk membangun relasi, peka terhadap orang lain, supel, dapat berkomunikasi dengan baik, mampu berdiplomasi. Orang-orang yang memiliki kecerdasan interpersonal akan memiliki banyak teman dan jaringan, orang-orang seperti ini akan lebih aktif di organisasi. Kecerdasan ini dibutuhkan juga oleh mafia yang memerlukan backing dari orang-orang penting untuk membentuk suatu hubungan yang baik.

Kecerdasan naturalistik. Kecerdasan ini berkaitan erat dengan alam. Lebih peka terhadap hal-hal yang berbau alam. Orang yang memiliki kecerdasan naturalistik ini seperti petualang, geologist, dan filsuf.

Kecerdasan linguistic, adalah kecerdasan dalam mengolah bahasa. Orang yang memiliki kecerdasan linguistik akan lebih peka terhadap kata-kata yang ia akan ucapkan/tuliskan, kata-kata yang ia baca, dan menafsirkan apa yang ia baca.

Kecerdasan itu banyak.. Kecerdasan tidak bisa diukur dengan tes IQ. Jadi jangan khawatir disebut bodoh (kecuali kalau memang iya) karena setiap orang memiliki kecerdasannya masing-masing. Tapi saya tidak setuju dengan pernyataan ini: “tidak ada yang bodoh, yang ada adalah yang tidak mau berusaha”. Saya lebih cenderung kepada pernyataan saya,

“tidak ada yang bodoh di dalam kecerdasannya masing-masing”

So, apa kecerdasan yang dominan dalam diri kamu?

Kalau saya sih yang dominan musikal, visual, linguistik, logikal, intrapersonal.

Silahkan dicermati🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s