Mari Membaca dan Menghafal al-Quran

Membaca al-Quran adalah sebuah ibadah yang paling utama karena pedoman kita sebagai umat Islam ada pada al-Quran. Bagaimana bisa mengamalkan isi al-Quran tanpa bisa membaca dan memahaminya? Dalam hal ini para ulama sepakat, bahwa hukum membaca al-Quran adalah wajib ‘ain. Maka dari itu, setiap muslim berkewajiban mampu membaca al-Quran dengan baik dan benar. Jika tidak, maka ia berdosa.

 ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari & Muslim).

 Sesuai bahasanya Al-Qur’an berarti bacaan (qira’ah), bukan tulisan (rasm). Karena itu, dari dahulu yang dimaksud dengan “membaca” Al-Qur’an adalah membaca dari ingatan (qara`a ‘an zhahri qalbin), baik proses turun pewahyuannya maupun penyampaian, pengajaran dan periwayatannya dilakukan melalui lisan dan hafalan, bukan tulisan. Tulisan adalah sebagai penunjang. Lagi pula tidak ada dalil yang menjelaskan bahwa membaca teks al-Quran lebih utama daripada membaca dari hafalan.

Secara logika begini, Al-Quran diturunkan di tanah arab dengan berbahasa arab kepada orang arab. Lantas mengapa al-Quran tidak diturunkan dengan bentuk tulisan saja? Di dalam surah al-Qiyamah disebutkan:

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya [Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.].

17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan(membuatmu pandai) membacanya.

18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.

 Kita dapat berpikir betapa Al-Quran dikhususkan oleh Allah, sehingga cara bacanya pun tidak dapat disamakan dengan bacaan bahasa Arab pada umumnya.Di ayat ke 18 menunjukkan sebuah metode dalam pembelajaran al-Quran yang biasa disebut dengan “Talaqqi”. Talaqqi adalah sebuah metode mempelajari bacaan al-Quran dengan seorang guru yang dapat mempertanggungjawabkan kebenaran atas apa yang diajarkannya, karena bacaan al-Quran harus sama dengan apa yang Rasulullah bacakan. Maka tidak ada alasan yang membenarkan seorang mukmin mempelajari bacaan al-Qur’an secara otodidak tanpa seorang pembimbing yang dapat mempertanggungjawabkan kebenaran apa yang diajarkan.

Bagaimana dengan menghafal al-Quran? Banyak keutamaan yang diperoleh dari menghafal al-Quran. Dijelaskan dalam beberapa hadits:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.”(Riwayat Bukhari dan Muslim) 

 “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih)

 Bagi kawan-kawan yang belum lancar membaca al-Quran ada tips sederhana yaitu:

  1. Usahakan mempunyai mushaf al-Quran, ini membantu jika sewaktu-waktu lupa terhadap bacaan atau hendak mengulangnya.
  2. Cari guru yang kompeten
  3. Praktekan secara berulang-ulang
  4. Perhatikan apa yang guru ajarkan

Jika sudah mahir membaca, bagi kawan-kawan yang ingin menghafal al-Quran ada beberapa tips disini

Teknik Asyik Menghapal al-Quran ala Ustadz Yusuf Mansyur

Mari kita bersama-sama memperbaiki diri kita, meningkatkan kualitas diri kita, agar diri kita lebih bernilai dan lebih berharga dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita dalam proses menuju pribadi muslim sejati. Aamiin.

Wallahu a’lam bishowab.

One thought on “Mari Membaca dan Menghafal al-Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s