Lagu Anak di Indonesia, Kurang Laku?

Mungkin sekarang sudah tidak asing lagi jika seorang bocah berumur 2-7 tahun bernyanyi lagu-lagu yang seharusnya untuk orang dewasa. Apalagi sekarang lagu-lagu untuk orang dewasa kini dibanjiri oleh lagu-lagu cinta, perselingkuhan dengan lirik yang kurang mendidik. Tidak bahaya? Mungkin untuk jangka pendek tidak, tapi perlahan-lahan perkembangan pemikiran anak akan berkembang terlalu cepat dari yang seharusnya. Mereka akan cepat dewasa sebelum waktunya. Baik? Tentu tidak. Karena seharusnya anak-anak berpikir seperti anak-anak, dan orang dewasa berpikir seperti orang dewasa.

Apakah Indonesia krisis lagu anak? Mungkin demikian, tetapi lagu-lagu anak di era 80-90an juga masih banyak dan kualitasnya juga bagus baik dari segi liriknya maupun dari komposisi nadanya. Tetapi saya sendiri juga mengalami saat saya masih bocah di tahun 90-an. Lagu anak kedengarannya tidak menarik bagi saya. Yang menjadikan tidak menarik adalah pada saat itu aransemen musiknya terdengar kurang menarik, selain itu ditambah penyanyinya oleh anak-anak yang memang kualitas suaranya belum mumpuni (sekedar penilaian subjektif saja dari saya).

Saya tidak dapat mengatakan itu tidak menarik jika tidak ada pembanding, karena pada saat itu juga selain ada lagu anak, ada juga lagu daerah, lagu nasional, dan lagu orang dewasa yang lebih baik aransemen dan harmonisasi nadanya. Otomatis pada saat itu saya memilih lagu yang lebih enak didengar, karena walau bagaimana pun juga seorang anak dapat menganalisa nada-nada di sekitarnya. Itulah sebabnya saya lebih memilih mendengarkan lagu daerah dan lagu nasional yang terdengar lebih enak. Untung saja saya tidak terjerumus lagu-lagu untuk orang dewasa, karena pada saat itu orangtua saya tidak mengenalkan lagu-lagu demikian.

Jadi, apa yang harus diperbaiki lebih kepada bagaimana sebuah lagu dikemas dengan baik. Saat ini sudah ada musisi-musisi yang berkelas, seperti Jubing Kristianto yang mengemas lagu anak-anak dengan harmonisasi yang indah dan mengalir. Dengan kemasan yang baik, lagu-lagu anak tersebut dapat menjadi lebih bergengsi dan tidak kalah dengan lagu-lagu yang lain, karena disamping faktor-faktor yang saya sebutkan, faktor gengsi juga berpengaruh.

Anak-anak adalah cikal bakal para pemimpin, pembangun bangsa, yang akan mengembangkan peradaban. Karakter bangsa terlihat dari karakter masyarakatnya, dan karakter masyarakat terbentuk dari karakternya di masa kecil. Karena itu, para musisi-musisi Indonesia harus lebih banyak berkarya demi mempertahankan eksistensi serta berperan serta dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s