Contoh Soal 2, Beban Segitiga

P1= 10 kN
q1= 13.5 kN/m

ΣMA=0
(RAH x 0) + (RAV x 0) + (P1 x 2) + [(q1 x 4.5 x 0.5) x ((1/3 x 4.5)+4)] – (RBV x 10.5) = 0
(10 x 2) + (13.5 x 4.5 x 0.5) x (5.5)  = 10.5 RBV
RBV = 17.82 kN

ΣMB=0
(RBV x 0) – [(q1 x 4.5 x 0.5) x ((2/3 x 4.5)+2)] – (10 x 8.5) + (RAV x 10.5) = 0
– (13.5 x 4.5 x 0.5) x (5) – (85) = – 10.5 RAV
RAV = 22.55 kN

ΣH=0
RAH=0

Check
ΣV=0
10 + (q1 x 4.5 x 0.5) – 22.55 – 17.82 = 0
10 + (13.5 x 4.5 x 0.5) – 40.375 = 0
0 = 0    ok!

 

Beban merata bentuk segitiga mula-mula dihitung terlebih dahulu. Pada contoh diatas q=13.5, q pada beban segitiga adalah muatan yang paling besar pada jarak tertentu di awal atau akhir beban segitiga. Atau bahasa kasarnya, q adalah tinggi segitiga, jadi untuk menghitung berapa muatannya, maka kita harus mencari luas segitiga, q sebagai tingginya dan 4.5 (pada contoh diatas) adalah alasnya. Luas segitiga adalah setengah alas dikali tinggi.
Pada perhitungan momen, karena yang dihitung adalah gaya x jarak, maka jarak titik pusat segitiga ke tumpuan perlu dihitung terlebih dahulu. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa titik pusat pada beban merata persegi panjang adalah setengah dari alas beban merata. Beban segitiga titik pusatnya ada di 1/3 alas, apabila jarak yang dihitung bertemu dengan puncak segitiga, seperti contoh diatas pada perhitungan  ΣMA=0. Karena perhitungan dimulai dari tumpuan A sampai tumpuan B, maka kita akan bertemu pada puncak segitiga terlebih dahulu, dan itu berlaku 1/3 alas. Sebaliknya jika kita pada perhitungan ΣMB=0, maka kita akan memulai perhitungan dimulai dari tumpuan B ke A, yang mana kita akan bertemu pada kaki segitiga terlebih dahulu. Apabila demikian maka titik pusat berlaku 2/3 alas, dan silahkan dihitung jarak dari titik pusat ke tumpuan.

8 thoughts on “Contoh Soal 2, Beban Segitiga

    • sama saja.. intinya kan sigma momen itu penjumlahan dari momen-momen akibat beban-beban.. seperti contoh soal di atas itu ada momen akibat beban terpusat ,momen akibat beban segitiga, dan momen akibat reaksi di tumpuan. Kalau ada persegi ya tinggal ditambahkan saja momen akibat persegi itu. tidak masalah letaknya ada di atas ataupun ada di bawah..

  1. oh iya gan 1 lagi mohon maaf kalo byk permintaan hehe bisa kasi contoh gak buat nyari gaya momen , gaya lintang sama gaya normal nya🙂

  2. gan kasi contoh yang beban persegi panjang biasa dong ane mahasiswa semster 2 pengen perbaikin ip di smester 1 yang rendah😦 di pelajaran ini

    • smester 2 berarti mata kuliah mekban yak ??
      klo semester 2 lebih pada kekuatan bahan, sama lendutan atau deformasi yg terjadi pada bahan itu pada saat pemberian beban..
      buku mektek kunci jawabanya gan:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s