Pentingnya Rendah Diri dalam Belajar dan Menuntut Ilmu

Sebaik-baik upaya adalah membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Barang siapa yang merasa cukup dengan pengetahuan yang telah dimiliki, ia akan selalu merasa pendapatnyalah yang paling benar. Perasaan bangga terhadap dirinya itu akan menghalanginya untuk mengambil banyak kebaikan dari orang lain, sedangkan kesediaan untuk selalu belajar akan memberinya jalan untuk merenungi kesalahan-kesalahannya. Orang yang merasa cukup seringkali tak mampu menerima perbaikan-perbaikan yang diarahkan kepadanya karena merasa besar diri. Andaikata diperlihatkan kepadanya kebaikan tentang belajar dari orang lain, maka akan tersingkaplah keburukan-keburukannya, sehingga ia bisa mudah memperbaikinya. (Ibnu Qayyim al-Jauziy, Shaidul Khathir)

Jika kita melihat realita yang berkembang di dunia pendidikan saat ini, benar-benar sungguh disayangkan. Kita banyak melihat siswa-siswa yang merubah orientasi mereka terhadap kata belajar. Kita bisa melihat sekarang, tidak sedikit siswa yang tergiur dengan ranking, nilai, peringkat dan hal-hal yang bergengsi lainnya. Mereka dapat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Kecurangan-kecurangan selalu dilakukan demi mendapatkan gelar, ranking, atau nilai yang sebenarnya semua itu hanyalah angka-angka yang tak bernilai.

Kadang pula seorang siswa yang jujur dan tidak melakukan kecurangan menjadi sombong karena kepandaiannya. Hal itu amat mengkhawatirkan. Bagaimana bisa sekolah yang seharusnya digunakan untuk menuntut ilmu dijadikan sebagai ajang pamer? Atau anak-anak yang kemudian akan menjadi penerus bangsa telah dipupuk mentalnya oleh hal-hal yang meracuni jiwanya? Berapa persenkah siswa-siswa yang benar-benar mempunyai niat belajar dengan ikhlas? Sadarlah wahai pelajar, tak usahlah peduli dengan pujian teman karena mendapat ranking, atau cacian guru atau orangtua karena nilai-nilai yang kecil. Kepandaian itu tidak diukur dari peringkat pertama atau terakhir. Kepandaian itu tidak diukur dari angka-angka yang besar, tetapi kepandaian diukur dari bagaimana memahami pentingnya ilmu untuk hidup dan pentingnya hidup untuk ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s