Kumpulan Doa Meminta Ampunan

Buat yang pengen tobat, tapi bingung mau doa apa.. Ini ada doa-doa dari Al-Quran. Semoga bermanfaat. (Kalau tulisannya kurang jelas, sila di-zoom. Ane sediain juga transliterasinya).

  1. Ali- Imran 191-194
    رَبَّنا ما خَلَقتَ هٰذا باطِلًا سُبحانَكَ فَقِنا عَذابَ النّارِ
    رَبَّنا إِنَّكَ مَن تُدخِلِ النّارَ فَقَد أَخزَيتَهُ ۖ وَما لِلظّالِمينَ مِن أَنصارٍ
    رَبَّنا إِنَّنا سَمِعنا مُنادِيًا يُنادي لِلإيمانِ أَن آمِنوا بِرَبِّكُم فَآمَنّا ۚ رَبَّنا فَاغفِر لَنا ذُنوبَنا وَكَفِّر عَنّا سَيِّئَاتِنا وَتَوَفَّنا مَعَ الأَبرارِ
    رَبَّنا وَآتِنا ما وَعَدتَنا عَلىٰ رُسُلِكَ وَلا تُخزِنا يَومَ القِيامَةِ ۗ إِنَّكَ لا تُخلِفُ الميعادَ

    (Rabbanā mā khalaqta hādhā bāṭilan subḥānaka fa-qinā ʿadhāba n-nār. Rabbanā ʾinnaka man tudkhili n-nāra fa-qad ʾakhzaytahū wa-mā li-ẓ-ẓālimīna min ʾanṣār. rabbanā ʾinnanā samiʿnā munādiyan yunādī li-l-ʾīmāni ʾan ʾāminū bi-rabbikum fa-ʾāmannā rabbanā fa-ghfir lanā dhunūbanā wa-kaffir ʿannā sayyiʾātinā wa-tawaffanā maʿa l-ʾabrār. rabbanā wa-ʾātinā mā waʿadtanā ʿalā rusulika wa-lā tukhzinā yawma l-qiyāmati ʾinnaka lā tukhlifu l-mīʿād)

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

     

  2. Al-A’raaf: 23

    رَبَّنا ظَلَمنا أَنفُسَنا وَإِن لَم تَغفِر لَنا وَتَرحَمنا لَنَكونَنَّ مِنَ الخاسِرينَ

    (Rabbanā ẓalamnā ʾanfusanā wa-ʾin lam taghfir lanā wa-tarḥamnā la-nakūnanna mina l-khāsirīn)

    Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

     

  3. Al-A’raaf: 151
    رَبِّ اغفِر لي وَلِأَخي وَأَدخِلنا في رَحمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرحَمُ الرّاحِمينَ

    (Rabbi ghfir lī wa-li-ʾakhī wa-ʾadkhilnā fī raḥmatika wa-ʾanta ʾarḥamu r-rāḥimīn)

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”

     

  4. Al-Anbiyaa: 87
    لا إِلٰهَ إِلّا أَنتَ سُبحانَكَ إِنّي كُنتُ مِنَ الظّالِمينَ

    (lā ʾilāha ʾillā ʾanta subḥānaka ʾinnī kuntu mina ẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

     

  5. Al-Mu’minuun: 109
    رَبَّنا آمَنّا فَاغفِر لَنا وَارحَمنا وَأَنتَ خَيرُ الرّاحِمينَ

    (Rabbanā ʾāmannā fa-ghfir lanā wa-rḥamnā wa-ʾanta khayru r-rāḥimīn)

    Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.”

     

  6. Al-Mu’minuun: 118
    رَبِّ اغفِر وَارحَم وَأَنتَ خَيرُ الرّاحِمينَ

    (Rabbi ghfir wa-rḥam wa-ʾanta khayru r-rāḥimīn)

    Artinya: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.”

  7. Al-Furqaan: 65-66
    رَبَّنَا اصرِف عَنّا عَذابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذابَها كانَ غَرامًا
    إِنَّها ساءَت مُستَقَرًّا وَمُقامًا

    (Rabbanā ṣrif ʿannā ʿadhāba jahannama ʾinna ʿadhābahā kāna gharāma. Innahā sāʾat mustaqarran wa-muqāma)

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”

     

  8. Al-Qashash: 16
    رَبِّ إِنّي ظَلَمتُ نَفسي فَاغفِر لي

    (Rabbi ʾinnī ẓalamtu nafsī faghfir lī)

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku.”

     

  9. Ad-Dukhan: 12
    رَبَّنَا اكشِف عَنَّا العَذابَ إِنّا مُؤمِنونَ

    (Rabbanā kshif ʿannā l-ʿadhāba ʾinnā muʾminūn)

    Artinya: “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.”

     

  10. Al-Hasyr: 10
    رَبَّنَا اغفِر لَنا وَلِإِخوانِنَا الَّذينَ سَبَقونا بِالإيمانِ وَلا تَجعَل في قُلوبِنا غِلًّا لِلَّذينَ آمَنوا رَبَّنا إِنَّكَ رَءوفٌ رَحيمٌ

    (Rabbanā ghfir lanā wa-li-ʾikhwāninā lladhīna sabaqūnā bi-l-ʾīmāni wa-lā tajʿal fī qulūbinā ghillan li-lladhīna ʾāmanū rabbanā ʾinnaka raʾūfun raḥīm)

    Artinya: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

     

  11. At-Tahrim: 8
    رَبَّنا أَتمِم لَنا نورَنا وَاغفِر لَنا ۖ إِنَّكَ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ

    (Rabbanā ʾatmim lanā nūranā wa-ghfir lanā ʾinnaka ʿalā kulli shayʾin qadīr)

    Artinya: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

 

(dari buku: Doa Menunjang Semangat Hidup, by Prof. Dr. Zakiah Daradjat)

Ngiket Hapalan

Assalamu’alaikum. Selamat siang Qur’an Lovers. Udah baca Al-Quran hari ini?? Ramadhan ini sayang kalau dilewati tanpa interaksi dengan Al-Quran. Ibaratnya di bulan Ramadhan ini Allah lagi obral pahala besar-besaran, makanya rugi kalo dilewatkan. Bayangin aja, pahala ibadah sunah jadi senilai pahala ibadah wajib. Sedangkan ibadah wajib pahalanya jadi 70 kali lipatnya. Gimana? Tertarik??

Bulan Ramadhan ini bulan diturunkannya Al-Quran, petunjuk bagi manusia.. Baca al-Quran setiap satu huruf dapet satu kebaikan yang nilainya sama dengan 10 kali ganjaran pahala. Di bulan Ramadhan pahalanya dilipat gandakan. Masya Allah.. Bisa panen pahala neh.. Kalo kita lihat nih ada banyak temen-temen yang ODOJ (One Day One Juz), ada juga yang ngafalin Quran sehari satu ayat (ODOA (One Day One Ayat), dan macem-macem. Enaknya yang udah hafal Quran bisa baca kapan pun dimana pun (yang diperbolehkan), sambil naik motor ke kantor baca Al-Baqarah, sambil nyapu baca Ar-Rahman, sambil jalan-jalan baca Al-Mulk.. Enak ya, tiap detik bisa deket sama Quran.

Mungkin di sini temen-temen ada yang bercita-cita jadi hafidz/hafidzah. Ada juga yang nggak. Mungkin karena keburu ngedown liat Al-Quran segitu tebelnya. Jadi pesimis aja deh, da aku mah apa atuh.. Heu.. Waktu kecil saya juga mikirnya gitu, masa sih ada orang yang bisa ngafalin setebel itu. Eh ternyata ada, banyak. Artinya itu bukan mission impossible..

Ngapalin Quran nggak sulit kok, cuma kurang gampang.. Hehe. Nggak sih, sebenernya yang bikin sulit itu manusianya, karena fitrah manusia itu pelupa. Lupa nyimpen kunci, lupa ngerjain PR, lupa sikat gigi, lupa temen, lupa waktu, dsb. Tapi paling susah itu melupakan dia.. #GagalFokus. Kalau kemampuan menghafal, jangan ditanya. Setiap manusia (yang normal) punya otak yang bisa ngumpulin informasi dengan sempurna. Kita bisa menghafal satu halaman al-Quran sehari. Dua atau tiga hari kita masih bisa inget, tapi hari-hari berikutnya nggak tau masih nempel atau nggak..

Ngapalin itu gampang, ngejaganya yang susah

Niat yang menentukan

Ini saya nggak bermaksud sombong atau riya’ atau gimana-gimana, jadi nggak usah suudzhan yak🙂 . Dulu saya pernah ngapalin Al-Baqarah ayat 1-40 dalam satu hari setengah malam. Itu karena besoknya ada tes dan saya mau “show off” di depan guru saya, di depan temen-temen saya. Nih gue.. Alhasil,, bisa! Show off nya berhasil.. Tapi hapalannya nggak tahan lama. Paling seminggu, bubar. Parahnya karena nggak pernah dimuraja’ah (diulang) jadinya hafalannya rontok semua. Tersisa cuma ayat 1-5 doang, itu juga nggak lancar😀

Nah, terus waktu jaman-jamannya jadi anak muda yang lagi kena pirus-pirus merah jambu (jambu bukannya hijau yak?), liat si doi yang sholehah nih jadi semangat jadi cowok sholeh. Ngapalin terus, muraja’ah terus.. Eh, ternyata.. cinta bertepuk sebelah tangan.. pukpukpuk. Masa galau pun tiba. Semangat hilang seketika, muraja’ah udah enggak.. Perlahan-lahan hapalan pun rontok seayat demi seayat..

Ternyata emang motif itu menentukan. Setiap perbuatan emang tergantung ama niatnya. Kita melakukan sesuatu karena alasan, kalau alasan itu hilang ya bakal hilang juga amalan kita. Padahal kalau kita niatnya karena Allah, Allah mah nggak bakal hilang. Makanya kita preview dulu deh niat kita. Ngapalin Quran mau ngapain? Biar menarik perhatian doi kah? Biar dapet gengsi kah? Biar pengen dihormat/dipuji orang kah? Tanyain dulu deh ke hati pribadi. Rugi, kalau udah capek-capek.. eh nggak dapet apa-apa..

Metode tergantung orangnya

Kalo kata Ustad Yusuf Mansur nih, kita ngapalin Quran harus kayak kita hapal Fatihah. Coba, hari gini siapa yang nggak hafal Surah al-Fatihah? Nggak pernah kita lupa Fatihah. Kita udah hafal di luar kepala, sambil goreng ikan aja kita bisa baca Fatihah tanpa perlu mikir keras.

Kadang kita tekor, nambah hapalan baru satu ayat, hapalan lama yang lupa lima ayat. Ya begitu.. Hapalan kita mudah lepas kalau nggak diiket. Banyak metode-metode biar cepet hafal Quran. Tapi ya itu tadi, kalau cepet hafal cepet lupa yaaaa… Mending santai aja, nggak usah cepet-cepetan. Toh ini Quran kan bukan pacuan kuda. Santai aja, sempurnakan bacaan, pahami yang dibaca, tadabburi maknanya.. Nikmati..

Saya pernah diajarin ngapalin Quran dengan cara membaca satu halaman full dengan sekian puluh kali repetisi. Mushafnya diletakkan di samping kanan kepala kita dengan sudut tertentu. Dan jangan ganti-ganti mushaf. Nanti bakal hapal sendiri, katanya. Ternyata, nggak berhasil buat saya. Tapi ada orang lain yang berhasil.

Ada juga yang pake metode terjemahan. Jadi disamping kita ngapalin ayatnya, kita juga kudu ngerti arti ayatnya. Lumayan, hapalan lebih tahan lama. Tapi kalau kita lupa ayatnya, lupa juga artinya, ya bubar..

Pengikat Hapalan

Belakangan saya baru ngerti, bahwa manusia itu tipenya macam-macam. Ada yang tipe visual, ada yang verbal. Ada juga manusia yang cenderung punya otak musikal. Saya nyoba gabungin, saya baca dari mushaf, terus saya baca artinya, terus saya tiru irama dan nada dari rekaman murattal (bukan langgam jawa). Dan ternyata, alhamdulillah ini lebih lengket dari yang sebelum-sebelumnya, dan cenderung gampang dihafal di luar kepala, nggak bikin mikir keras. Ini buat saya cocok, tapi belum tentu cocok juga buat yang lain..

Otak nyimpen memori, dan kalau expired itu kayak masuk recycle bin. Nah di situlah kita lupa. Kita pengen inget tapi data di drive udah nggak ada. Makanya kita kudu punya yang bisa nge-recovery si data ayat tadi. Arti dan tafsir ayat, kemudian nada murattal, itu jadi bala bantuan ketika otak butuh memanggil kembali memori.. Kalau kita lupa ayatnya, artinya bisa jadi clue.. Kalau kita lupa ayat dan artinya, nada murattal bisa jadi clue.. Jadi saling mengikat. Makanya kalau kita punya ilmu lain yang berkaitan dengan Quran, seperti bahasa Arab, Hadits, dsb, pengikatnya jadi tambah banyak.

Tapi bukan berarti kita bakal inget selamanya. Tanpa muraja’ah tetep aja itu hapalan bisa rontok tanpa terasa. Menguatkan hapalan lebih utama dari menambah hapalan. Karena kalau hapalannya lemah, tapi udah nambah hapalan baru, ya jadinya tekor tadi. Dan banyak faktor-faktor lain yang bisa bikin hapalan kita hilang, salah satunya adalah maksiat. Jajal aja maksiat sebulan, insya Allah luntur tu hapalan. Al-Quran itu cahaya,, dan Allah memberikan cahaya-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Yuk kita sama-sama jadi orang yang selalu dekat dengan al-Quran.. Nggak bakal rugi. Yang masih belum bisa baca Quran yuk belajar baca. Yang belum lancar, yuk dilancarin. Nggak usah malu sama umur.. Daripada nanti anaknya nanya: Pa, kok nggak bisa baca Quran sih? | Jlebbb.. Yang masih males baca Quran, yuk biasain baca Quran. Seenggaknya setiap hari megang aja, baca satu atau dua ayat. Yang belum punya niat ngapalin Quran, yuk kita niat, mudah-mudahan kita jadi penghapal Quran. Mudah-mudahan nanti Quran jadi temen kita, dan jadi pemberi syafaat di hari kemudian. Aamiin..

Sebelum Berbisnis…

Saya kapok deh..

Dulu saya suka ngompor-ngomporin temen, mending wirausaha daripada jadi pegawai. Gara-gara itu sekarang yang bisnis sendiri malah jadi ngetren, jadinya banyak saingan dan nggak ada yang mau kerja sama saya. Sekarang saya harus ngompor-ngomporin temen-temen saya untuk jadi pegawai.😀

Nggak lah..

Sebenernya apapun pekerjaan kita tergantung tujuan kita. Tujuan kita apa?

Pernah ada yang nanya kepada Rasulullah,

mata pencaharian (kasb) apa yang paling baik (thayyib/berkah/halal)?

Perhatikan deh, sahabat bertanya tentang “pekerjaan yang paling berkah”, kok nggak “pekerjaan yang paling besar gajinya”, atau “pekerjaan yang paling bergengsi”. Mungkin kalau Rasulullah hidup di jaman sekarang bakal ada yang nanya: “mending swasta atau BUMN?” *eh. Sudah jelas seorang muslim tujuan bekerja yang paling utama adalah untuk mencari keberkahannya, bukan mencari penghasilan yang banyak. Karena penghasilan yang banyak belum tentu barokah.

Lantas apa jawaban Rasulullah tentang pekerjaan yang paling berkah? Rasulullah bersabda:

Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri, dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad)

Nah.. Sebelum berbisnis, kita perlu meluruskan pandangan. Apa aja? Pertama kita harus yakin rezeki dijamin oleh Allah

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud: 6)

Ini yang perlu ditanam di hati, yakinlah seyakin-yakinnya Allah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Kalau rezeki sudah ditanggung oleh Allah, ngapain bekerja yang tidak halal?

Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu datang terlambat, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.” (HR. Abdur-Razaq, Ibn Hibban, dan Al-Hakim)

Seperti yang tadi dikatakan, bagi seorang muslim tujuan bekerja yang paling utama adalah untuk mencari keberkahan. Karena keuntungan di akhirat tidak akan sebanding dengan keuntungan di dunia. Ibarat permata dengan barang tak berharga. Terus bekerja dengan orientasi akhirat itu apa sik? Ya banyak, misalnya karena ingin menafkahi keluarga, ingin menafkahi saudara yang tidak mampu, ingin berhaji, ingin bersedekah, dsb.

Ada seorang ulama ahli hadits yang bernama Abdullah bin al-Mubarak. Suatu hari ditanya oleh Fudhail bin Iyadh, “Engkau selalu mengajari kami zuhud terhadap dunia, tetapi aku lihat engkau sibuk berdagang di pasar-pasar.”

Abdullah bin al-Mubarak menjawab bahwa dia bersemangat berdagang karena ingin menanggung nafkah ulama-ulama ahli hadits, agar para ulama tersbut fokus mengajar ilmu hadits dan tidak sibuk bekerja. Alasannya, kalau mereka sibuk bekerja, mereka tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk mengajarkan hadits. Dan Allah membuktikan janjinya, Abdullah bin al-Mubarak justru sukses dalam berdagang, menjadi pengusaha kaya namun tetap zuhud terhadap dunia.

Juga ketika Rasulullah mewajibkan sedekah kepada setiap muslim, para sahabat langsung pergi ke pasar untuk mencari kerja, semata-mata agar mereka bisa bersedekah..

Sebelum berbisnis.. kita harus menyiapkan mental. Terkadang kita harus tutup telinga dari perkataan orang. Masyarakat masih banyak yang menilai bahwa menjadi pedagang itu “level rendahan”, khususnya bagi yang sedang baru memulai merintis usahanya. “Ih, sarjana kok jadi tukang cilok.”, “Padahal dia pinter loh, eh ujung-ujungnya jualan baju.” Suara-suara seperti ini pastinya ada. Dan menjengkelkan. Tapi yang perlu kita ketahui adalah, orang-orang seperti mereka hanya berkomentar, tapi tidak pernah peduli. Jadi ngapain kita mempedulikan komentar mereka. Toh, apapun yang kita kerjakan bakal selalu dikomentari. Kita perlu tutup telinga (pake headset), dan terus bekerja.

Sebelum berbisnis.. kita harus mengerti, apa yang akan kita jual, price or value? Sekarang kan banyak yang jual bakso boraks, sate tikus, atau ayam tiren lah, mie formalin lah, mereka itu mengejar price bukan value. Mereka nggak peduli dengan kualitas produk/kepuasan pelanggan, yang penting untungnya gede. Kembali lagi ke tadi, tujuan utama kita apa? Cari berkah atau untung gede?

Sebelum berbisnis.. kita akan nyari partner (kalau butuh). Carilah yang benar-benar seirama dengan kita. Maksudnya satu prinsip dengan kita. Akan susah jadinya kalau misalnya kita fokusnya ke value, tapi partner fokusnya ke price. Kitanya semangat, partner malas-malasan. Apalagi partner kita juga sama-sama owner dari bisnis yang kita jalani. Ribet. Mending cari yang bener-bener pas, atau nggak sekalian.

Sebelum berbisnis.. kita doa yuk, mudah-mudahan bisnis kita nanti berkah dan lancar jaya. Aamiin.🙂

“Bagi seorang muslim bisnis bukan sekedar untung-rugi, tapi surga-neraka” -mbuh

Indonesia dan Minat Baca

Ada yang tau hari ini hari apa??

Nggak banyak yang tahu kalau hari ini 17 Mei hari buku nasional. Saya pernah baca, indeks minat baca di Indonesia menurut Unesco adalah 0,001, artinya diantara seribu orang hanya ada satu yang memiliki minat baca. Wow. Kalau dibanding negara maju, jauh. Masih beruntung Indonesia terbebas dari buta huruf, angka melek baca di Indonesia adalah 65% (walaupun nggak beruntung beruntung amat).

Masyarakat lebih cenderung kepada budaya mendengar daripada budaya membaca. Membaca ya seperlunya aja. Baca pengumuman, baca sms, baca lowongan kerja, baca tagihan listrik, baca diskon harga. Baca buku? Males deh. Nggak usah jauh-jauh ke pedalaman yang primitif deh, liat aja deh di lingkungan sekolah, kampus, hitung deh temen-temen kamu yang hobi baca. Berapa? Bisa dihitung jari kan? (seratus juga bisa dihitung jari, kalo niat)

Kalo saya liat sih pas SMA, kebanyakan siswa belajarnya bergantung dari apa yang guru ajarin di kelas. Kalau pas fokus ya materinya nempel, kalau nggak beruntung yaa..tau sendiri lah. Saya sendiri orang yang jarang merhatiin guru (karena sibuk merhatiin dia, *eh), saya lebih suka baca bukunya dan belajar sendiri.

Sama juga waktu kuliah. Yang suka baca buku, atau yang baca textbook mata kuliah deh bisa dihitung jari. Kalo diliat-liat banyaknya yang kerjaannya ngerjain tugas, tugasnya ngegambar, referensinya gambar, teorinya nggak usah pake teori tinggal nyontek punya temen. Atau ngitung, dasar teorinya nggak tau, persetan, minta template excel ke temen, masukin angka, jadi, ditanya dosen nggak tau apa-apa jawabnya “ngopi punya temen pak!”. #gebrakmeja. Mau ujian, latihan soal dari tahun sebelumnya. Book?? Hell no..

Sebenernya sih minat baca itu tumbuh saat kita masih kecil. Kalo dari kecil udah minat baca insya Allah pas gedenya demen mancing (apa hubungannya?). Orangtua saya kalau di rumah sering baca juga, waktu saya kecil saya suka penasaran sebenernya mereka lagi ngapain sik? Terus waktu itu kakak saya langganan majalah Bobo (info: Bobo sama Gadis adalah majalah yang paling mahal :p). Saya sering banget minta orang-orang di keluarga saya bacain itu majalah, karena saya nggak bisa baca. Sampe pembantu saya akhirnya nggak sanggup dan pulang ke kampung😀 (kalo dipikir-pikir zalim juga saya yak)

Nah, problemnya sekarang anak-anak kecil dituntut untuk bisa membaca sedini mungkin, tapi nggak pernah diarahkan untuk menumbuhkan minat membaca si anak. Sekarang anak-anak pinter-pinter, tiga tahun empat tahun udah bisa baca, tapi masa iya jadi gemar membaca? Ngajarin orang baca mah gampang, asal ada yang ngajar. Coba anak SD disuruh gurunya bacain satu paragraf di bukunya, mungkin dia bakal lancar bacanya. Tapi apakah dia ngerti?

Kalau di negara maju, hitungannya bukan tentang angka buta huruf atau minat membaca lagi, mereka sudah lebih jauh ke intensitas membaca, jumlah buku yang dibaca per hari, keefektifan membaca, dsb. Serendah-rendahnya pendidikan, kalau aktif membaca pasti nggak bakal bodo bodo amat. Buku itu gudang ilmu, dan ilmu itu nutrisi bagi jiwa, dan dia nutrisi bagi hatiku. *eh

Oke, jadi gimana caranya meningkatkan minat baca di masyarakat? Ada yang punya usul?

Saya sih usul,, sebaiknya saya dan dia berkeluarga kemudian punya anak-anak yang gemar membaca. *eh

*semoga dibaca calon mertua😀

Aku rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku, aku bebas..” –Mohammad Hatta

Awas, Niat Kepeleset!

niat

Innamal a’malu binniyat. Amal (perbuatan) itu tergantung niatnya. Hadits ini cukup populer, namun memang masalah hati itu licin, banyak kepelesetnya. Dalam kitab shahih Bukhari disebutkan di awal bahwa setiap amal yang tidak diniatkan karena mengharap Allah adalah sia-sia, tidak ada hasil sama sekali baik di dunia maupun di akhirat. Ngeri, ketika kita udah capek-capek ini itu tapi nggak ada nilai pahalanya. Capek doang..

Kita ngaji lagi hadits itu yuk. Ini lengkapnya:

“Dari Umar radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amal itu tergantung niatnya. Dan seeorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai kemana ia hijrah.”” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam ahli hadits)

Siapa yang punya kecengan sholehah bingits, terus kamu kepengen jadi sholeh biar bisa berjodoh sama doi? Hayo lohh.. | Ini mah pengalaman penulis ya? | Iya T.T (udah ah curcolnya)

Dulu ada seorang pria yang melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah tapi itu ia lakukan karena ingin menikahi wanita yang ia cintai yang bernama Ummu Qais. Nah, makanya si pria itu dijuluki “Muhajir Ummu Qais” (orang yang pindah karena Ummu Qais). Cerita ini shahih, tapi ini bukan asbabul wurud dari hadits “Innamal a’malu binniyat”

Agak nyinggung cinta-cintaan nih. Waktu SMA yang jaman-jamannya VMJ (Virus Merah Jambu), kalo ikut pengajian acara-acara yang bahas ginian sering denger “wanita yang baik untuk lelaki yang baik” (dari QS. An-Nuur: 26). Terus liat..liat.. mana kecengan.. Duh ternyata dia wanita yang baikkk beud. Sementara diri ini nggak sepadan sama dia. Da aku mah apa atuh.. #pundungdipojokan #ngurekngureksampah. Terus akhirnya jadi semangat buat memperbaiki diri, biar bisa sepadan sama dia. Dann misinya adalah “memantaskan diri untuk jodoh”. By the way ini bukan pengalaman saya ya, ini cerita orang. (Yaa walaupun saya juga kayak gitu sih) #parah T.T

Semenjak itu jadi rajin banget ibadah, rajin belajar, rajin menabung, rajin nyontek, rajin mabal, dan rajin-rajin lainnya. Pokoknya apapun deh yang bisa bikin gue jadi hebat, yang bisa bikin gue jadi sholeh ga pake pati. Bener deh pokoknya karena kekuatan cinta ini akselerasinya jadi edan-edanan. Liat doi udah hafal berjuz-juz al-Quran, akhirnya ga mau kalah, hafalan dikebut. Dan banyakk lagi kelakuan lainnya. Oke ngaku aja deh, ini sebenernya saya. Ssstt,, jangan bilang-bilang yak, nanti ketahuan doi :p . Bener kata Rumi, cinta itu bisa mengubah duri jadi mawar, cuka jadi anggur, setan jadi malaikat. Keren bingits kan kekuatan cinta ini. Eits,, tunggu dulu.. ternyata ini ga ada apa-apanya.

Seorang ulama (saya lupa lagi siapa) pernah bilang: “Seseorang melakukan sesuatu karena sebuah alasan. Ketika alasan itu hilang, maka hilanglah pula perbuatan itu.” Dan itulah yang terjadi.. Ketika cinta itu hilang, semua yang dilakukan berhenti begitu saja dengan otomatis. Contohnya aja yang tadinya ngapalin Quran sehari paling banyak satu halaman, jadi satu ayat, itu juga kalo lagi mood. Dan disitulah baru sadar.. Oh iya,, niat gue cuma karena wanita, bukan karena Allah.. Sedihh banget. Astaghfirullah.. Emang bisaan euy setan mah. Tukang tipu! Punten nya tan, da memang begitu. Tipu daya setan itu amat halus, ngajak orang jadi sholeh tapi dibikin biar niatnya tikosewad, tijalikeuh, kepeleset, nggak karena Allah.

Sebenernya kalo niat kita lurus karena Allah sih, semuanya juga bakal ngikutin. Jodoh, rezeki, jabatan, kekuasaan, itu cuma bonus.. Kata pepatah juga “dimana melak pare disisina aya jukut, dimana melak jukut disisina moal aya pare.” (Dimana menanam padi dipinggirnya akan ada rumput. Dimana menanam rumput dipinggirnya tidak akan tumbuh padi). Nah bonus-bonus itu ibarat rumputnya.. Kalo ngarep bonus sih boleh aja, tapi niat tetep karena Allah..

Soal “memantaskan diri”, mending kosa kata itu dihapus, memang memperbaiki diri itu harus, tapi niatnya juga kudu lurus..

Wallahu a’lam bishawab

Islamophobia dan Pluralisme Agama, Konsep Perdamaian Buta

Akhir akhir ini saya mengamati ternyata virus-virus liberal, sekuler, plural, udah edan-edanan meracuni kawan-kawan yang saya kenal, juga saudara-saudara saya. Ternyata serigala-serigala berbulu domba yang mengatasnamakan dirinya Islam bergerak cepat seperti sel kanker yang menggerogoti tubuh dari dalam. Media juga berperan penting dalam penggiringan opini, baik yang ke arah negatif maupun ke arah netral tapi keblinger. Khususnya di sosial media, lalu lintas penyebaran informasi sangat ramai sampai tidak terasa mempengaruhi cara berpikir.. ngeri.. Tulisan asal keren dan meyakinkan, bisa pake gaya Kahlil Gibran, atau pake gaya intelek kaya Vicky Prasetyo, lebih bisa diterima walaupun isinya entah benar atau salah. Dikemas sedemikian rupa supaya kelihatan benar.. Kalau tak punya iman yang kuat.. habislah sudah..
Sebenarnya banyak fenomena yang harus diungkap, tapi perlahan-lahan saja..

Islamophobia.. ketakutan dengan islam, itulah yang sedang bersuara nyaring saat ini. Banyak sekali suara-suara seperti: Islam itu radikal; Islam itu anarkis; Islam itu intoleran; Kalau Islam berkuasa nanti yang lain akan dihabisi, dimusnahkan. Kalau non muslim yang bilang seperti itu wajar lah.. mereka kan belum tahu. Tapi ternyata ada juga loh yang ngaku muslim tapi bilang begitu. Banyak malah.. Mungkin mereka lelah.. Hmm..

Memang dakwahnya serigala-serigala berbulu domba itu hmm.. Mereka memang tidak langsung menyerukan Islamnya itu begini-begitu, tapi mereka menyusup masuk di antara celah tabir yang sangat tipis. Maka muncullah muslim-muslim (katanya sih muslim) yang “nyinyir”sama muslim. Ada yang rame-rame nolak pembangunan gereja liar, dinyinyirin dibilang nggak toleran. Ada yang rame-rame pengen nutup prostitusi, dinyinyirin dibilang nggak respek, nggak punya rasa kemanusiaan. Ada yang rame-rame ngasih sumbangan buat palestina, dinyinyirin dibilang ngasih sumbangan buat perang.. Dan masih banyak lagi kenyinyiran mereka.. Jangan-jangan anda nyinyir juga ya? Hayoo ngaku..

Apa iya sih Islam itu radikal, anarkis, intoleran? Hmm.. Masa sih? Kok saya belum pernah dengar ya ada pembantaian suatu etnis oleh muslim? Kok saya belum pernah denger orang-orang non muslim didiskriminasi oleh muslim, seperti Jerman dan Italia mendiskriminasi ras selain mereka?
Hmm.. coba dicermati surat Al-Mumtahanah ayat 8, yang artinya:
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Keren kan bro? Sejarah juga membuktikan kepemimpinan Rasulullah di Madinah yang warganya beraneka ragam agama, dengan sistem Islam nggak merugikan siapa-siapa. Hak-hak non muslim dijamin dan diperlakukan adil. Jadi kenapa harus takut dengan syariat Islam? Apakah dengan syariat Islam lantas mengkotak-kotakkan, memecah belah persatuan antar warga? Nggak tuh, sejarah membuktikan damai-damai saja. Islam juga nggak pernah mendiskriminasi suatu etnis.

“Sesungguhnya Allah telah menghilangkan fanatisme Jahiliyah serta pengagungan mereka terhadap nenek moyang dari kalian. Manusia itu berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Tidak ada keutamaan seorang Arab atas seseorang Ajam (non Arab), kecuali dengan ketakwaannya”

Dimana sih letak kejahatan Islam? Islam itu beringas? Doyan perang?

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(QS. Al-Anfaal: 61)

“Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus puka terhadap mereka.” (QS.At-Taubah: 7)

“Orang Islam bunuhin orang!” Yaelah bro, pas perang ya pasti bunuh-bunuhan lah masa mau tatarucingan.. Bahkan saat perang pun ada etikanya, Sabda Rasulullah:

“Janganlah engkau melanggar janji, melampaui batas, mencincang musuh, membunuh perempuan, anak-anak, membunuh orang yang sudah tua, memotong pohon yang sudah berbuah, dan menyengsarakan orang yang terluka. Di medan perang engkau akan menemui rahib yang sedang beribadah di rumah-rumah ibadah mereka, maka tinggalkanlah mereka itu dan biarkanlah mereka dengan kesibukannya.”

Jadi siapa sih yang beringas? Siapa sih yang suka ngebunuh-bunuhin anak-anak? Islam motong pohon aja dilarang, apalagi menghancurkan sekolah, rumah sakit, tempat ibadah..
Islam itu paling top dalam masalah toleransi. Nah, yang sering disusupkan oleh serigala berbulu domba itu pluralisme disamakan dengan toleransi. “Udah lah nggak usah ngafir-ngafirin orang.. Semua agama itu baik kok. Nggak usah ngerasa paling bener, siapa tahu ada orang yang bukan muslim tapi lebih baik daripada kita..”

Sepertinya kita sering mendengar statemen yang serupa seperti di atas kan? Bahkan saat SD di PPKn selalu disebutkan, “semua agama mengajarkan kebaikan”. Apa yang salah sih? Sekilas memang tidak ada yang salah.. Karena mereka bergerak halus diantara tabir benar dan salah.

Pluralisme ini hubungannya erat dengan isu perdamaian. Dulu pernah saya bahas tentang damai palsunya kaum liberal. Coba sekarang, pilih mana, kebaikan atau kebenaran?? Apakah yang baik sudah pasti benar? Nah di ranah inilah serigala-serigala berbulu domba itu memamah biak mangsanya. Yang dijejalkan selalu kebaikan-kebaikan. Padahal palsu.

Contoh saja, isu poligami. Yang digembar-gemborkan apa, muslim doyan perempuan, nggak setia, nggak ngerti perasaan perempuan. Seolah-olah omongannya baik ya? Dan diamini oleh banyak orang, termasuk muslim sendiri! #tepokjidat. Laki-laki ya emang doyan perempuan, doyan laki ya nggak normal! Di status saya yang sebelumnya pikiran laki-laki didominasi oleh seks. Islam itu indah, dengan kecenderungan laki-laki yang seperti itu disediakan sarana yang halal, dan pada tempatnya. Di agama lain pun Kristen & Yahudi juga memperbolehkan poligami. Dalam Islam poligami dibatasi hanya 4. Poligami dinyinyirin, kalau zina, selingkuh, sama prostitusi nggak apa-apa. Prostitusi dibela sampai mati. Oke sip. #GagalPaham

Contoh yang lain, tentang isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Digembar gemborkan LGBT itu adalah hak asasi manusia, jadi pernikahan LGBT harus dilegalkan.. Coba lihat banci-banci Thailand, hampir mirip 99% seperti wanita (kecuali bagian bawahnya (kecuali udah transgender)), cantik-cantik pula! Jika itu dilegalkan, dan tidak lagi dianggap tabu, banci-banci itu berkeliaran dan akan banyak lelaki yang tertipu. Wong sekarang aja udah ada kasusnya yang ketipu kan? Kata Mas Ulil sih (maaf yah yang nge-fans sama Ulil) kaum Sodom itu belum tentu diazab karena lesbian, bisa jadi karena perbuatan maksiat yang lain, Quran tidak menjelaskan.. Okeh yuk kita intip al-Quran nya..

“Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu” (QS. Al-A’raaf: 80-84)

Hmm.. Mungkin Mas Ulil lelah.. Nggak hanya di Islam yang melaknat homoseksual, di Kristen pun demikian.

“Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri” (Imamat 20:13)

Dan ada juga yang mati-matian ngebelain LGBT, padahal dirinya bukan LGBT. Pernikahan sesama jenis jadi hal yang wajar, dan pernikahan normal jadi tabu. Hiiyy.. Naúdzubillah. Ya mungkin nanti setelah kolom agama di KTP mau dihapus, kemudian kolom jenis kelamin mau dihapus juga.. Hmm..

Oke kembali lagi ke topik utama.. Kalau kita bikin statemen “Kristen itu kafir, Yahudi itu kafir.”, lantas akan diserang oleh kaum liberal: “Damai dong, Jangan suka mengkafirkan!” Hmm..

“Sesungguhnya telah kafirlah orang yang berkata: sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam..” (QS. Al-Maídah: 72)

Sah-sah saja lah muslim bilang Kristen itu kafir. Sah-sah saja Kristen bilang Muslim itu domba-domba yang tersesat. Sah-sah saja Yahudi bilang goyyim ke non Yahudi. Toh keyakinannya memang begitu kan? Justru kalau saya tidak mengkafirkan yang kafir ya berarti saya yang kafir dong! Dalam kacamata muslim, manusia itu ada dua jenis, kalau nggak muslim ya kafir. “kamu dibilang kafir kok sewot, hayo muslim yaa?” Pasti jawabannya tambah sewot. Hehe.. Kalau saya sewot dibilang domba tersesat mungkin saya juga Kristen..

“Nggak usah ngerasa paling bener sendiri. Bisa aja kafir lebih baik daripada yang muslim”
“Semua agama itu sama. Setiap orang asal baik bisa masuk surga”

Hmm.. Yuk intip lagi Quran nya..

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..” (QS. Ali Imran: 19)

Jadi, gimana? Semua agama itu sama? Lha wong perbedaannya juga udah jelas kok. Contoh, Kristen berkeyakinan Yesus adalah Tuhan. Islam berkeyakinan Yesus bukan Tuhan. Gimana bisa disebut sama?? Kalau secara eksak saya meyakini 1+1=2, sekaligus 1+1=3 itu dua-duanya benar, saya termasuk kenthir nggak?

Masa sih asal baik bisa masuk surga?

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan*, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan” (QS.Al-Furqon:23)
*Amal-amal mereka yang baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tidak dibalas oleh Allah karena mereka tidak beriman

“Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (QS. Al-Kahfi: 105)

Kalau setiap agama sama, ya udah ngapain beragama. Saran saya sih buat muslim yang menganggap semua agama itu sama/benar, mending pas sholat nggak usah baca al-fatihah deh (kalo sholat sih itu juga). Asli!! Jangan baca Al-Fatihah! Kenapa?

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS.Al-Fatihah 6-7)

Coba baca di tafsir mana pun, mereka yang dimurkai = Yahudi, sedangkan mereka yang sesat= Nasrani.
Katanya semua agama sama, tapi berdoa nggak mau ke jalan Yahudi & Nasrani. Gimana sih.. Menjilat ludah sendiri. Hehe.. #JILatJILat

“Ada Islam, Kristen, Yahudi, dsb. Gimana caranya biar semuanya damai? Ya udah campuraduk aja semua agama.” #LogikaJIL

“Gimana caranya biar muslim sama kafir bisa damai? Ikutan kafir aja yuk.” #LogikaJIL

“Saya punya banyak cangkir, ada yang isinya madu, susu basi, jus tongkol, air solokan, cileuncang, cikiih, cileuh. Gimana caranya yeuh supaya enak? Campurin aja semuanya” #LogikaJIL #kumahamaneh

Seperti yang telah saya tulis, Islam mengatur etika dengan non muslim. Perdamaian bukanlah dengan cara mencampuradukkan aqidah, tapi bagaimana berperilaku dalam ranah muamalah. Yang muslim kita bilang muslim, yang kafir kita bilang kafir. Tapi nggak sampai di kehidupan sehari-hari manggil temen yang non muslim “fir..fir.. kadieu geura kafir..”. Dalam urusan di luar ibadah, bebas berhubungan dengan non muslim, dalam bisnis, sosial, pendidikan, pelayanan publik, dsb. Rasulullah juga melakukan pergaulan sosial yang baik dengan komunitas-komunitas non muslim, seperti komunitas Yahudi di Khaibar dan Nasrani di Najran. Sikap profesional lah yang akan membawa perdamaian, profesional menempatkan sesuatu dalam tempatnya. Dalam mempertahankan aqidah harus sampai mati-matian. Tapi di luar itu etika harus dipelihara, kebaikan dan kelembutan harus dijaga.. So, gimana sob?