Mekanika Rekayasa, Pendahuluan

Mekanika Rekayasa adalah perluasan mekanika yang mencakup hubungan antara gaya-gaya luar yang bekerja pada benda dengan gaya yang ditimbulkannya, sehingga dapat diketahui kekuatan bahan dan deformasi benda tersebut. Mekanika Rekayasa membahas tentang kesetimbangan/statika suatu struktur.

Kata-kata tadi saya kutip dari buku, kalau tidak mengerti ya wajar, saya juga tidak terlalu mengerti dengan penjelasan di atas. Membicarakan tentang Mekanika Rekayasa, Mekanika Teknik, Analis Struktur, Statika, dan apapun itu namanya, maka kita akan sering berjumpa dengan konsep hukum Newton III, yang berbunyi:
“Gaya aksi dan reaksi pada suatu partikel/benda, mempunyai besar dan arah yang sama, hanya berlawanan arah.”
Contohnya begini, misalkan apabila Mike Tyson melayangkan pukulan sebesar 75 Newton, maka Holyfield harus menahan dengan 75 Newton juga. Karena jika Holyfield menahan dengan kekuatan kurang dari 75 Newton maka Holyfield bisa terkena pukulan dari Mike Tyson, dan apabila lebih besar maka Holyfield bisa memukul Mike Tyson. Pada bangunan pun sama, jika tidak mampu menahan bebannya maka akan roboh. Analoginya pada kasus Mike Tyson tadi, namun hal itu tidak berlaku jika kasusnya Mike Tyson menggigit Holyfield :p

Pertama-tama kita akan membicarakan tentang Reaksi Perletakan. Reaksi perletakan itu merupakan gaya-gaya yang keluar (reaksi) akibat gaya yang dibebankan (aksi). Gaya-gaya tersebut yaitu:
Gaya Vertikal, disimbolkan dengan V
Gaya Horisontal, disimbolkan dengan H
Momen, disimbolkan dengan M
Simbol jangan terlalu dipermasalahkan. Tapi menurut kebiasaan gaya-gaya tersebut disimbolkan demikian.

Beban pada rekayasa struktur dibagi empat (di buku saya sih ada empat, tapi di buku lain beda-beda),
Yang pertama adalah beban mati, yaitu beban yang tidak berpindah-pindah. Contohnya seperti beban struktur itu sendiri (contohnya kolom dan balok) dan elemen-elemennya (plat lantai, tembok, partisi, atap, dll), mesin-mesin dan peralatan yang tetap.
Yang kedua adalah beban hidup, yaitu beban yang berpindah-pindah. Contohnya, manusia, tikus, maling, barang-barang yang berpindah-pindah/bukan tetap (meja, kursi, lemari, komputer), kendaraan, dll.
Yang ketiga adalah beban angin, yaitu beban yang bekerja pada struktur (bagian struktur) yang disebabkan oleh selisih tekanan udara (angin)
Yang keempat adalah beban gempa, yaitu beban yang bekerja pada struktur yang diakibatkan gerakan tanah dari gempa bumi tektonik atau vulkanik yang dapat mempengaruhi struktur tersebut.

Beban juga ada dua bentuk, yaitu beban terpusat dan beban merata.
Beban terpusat bentuknya seperti ini

Beban terpusat contohnya beban manusia, kendaraan, dll.
Beban merata bentuknya seperti ini:
 Untuk menahan beban-beban tersebut maka harus diberikan tumpuan, pada gambar di atas tumpuan bisa kita lihat pada A dan B, tumpuan tersebut adalah jenis tumpuan sendi dan rol.
Ada beberapa jenis tumpuan, yaitu:
Tumpuan sendi, yaitu tumpuan yang dapat menahan gaya yang searah dan gaya yang tegak lurus dengan bidang perletakan atau tumpuan, tetapi tidak dapat menahan momen.

contoh tumpuan sendi:

Yang kedua adalah tumpuan rol, tumpuan yang hanya bisa menahan gaya yang tegak lurus terhadap bidang tumpuannya, tidak bisa menahan gaya yang sejajar dan momen

Yang ketiga adalah tumpuan jepit, tumpuan yang dapat menahan gaya yang tegak lurus dan searah bidang tumpuan, juga gaya momen.


About these ads

One thought on “Mekanika Rekayasa, Pendahuluan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s