Membuat Kubah Enamel di Google Sketchup

Haloo, lama tidak jumpa.. Tips kali ini adalah membuat gambar kubah enamel di google sketchup. Oke langsung saja.

1. Gambar lingkaran dengan menggunakan circle tool. Kita gambar dengan radius 3 meter. Kemudian select garis pinggiran lingkaran, lalu klik kanan dan pilih Entity Info

1

2

2. Ganti dari 24 menjadi 48. Ini untuk mengubah jumlah sisi yang membentuk lingkaran. Pada Google Sketchup lingkaran terdiri dari garis garis lurus. Semakin banyak sisinya maka akan tampak semakin mulus. (Trik: Selain ini ada cara lain yang lebih mudah, yaitu klik circle tool, kemudian ketik jumlah sisi (misalkan 48), kemudian enter, lalu gambar lingkaran yang akan dibuat. Hasilnya sama.)

3

3. Dalam tutorial ini kita akan membuat kubah yang lancip. Buatlah seperti pada gambar, dengan menggunakan Arc tool.
4

4. Untuk membuatnya menjadi benda tiga dimensi, gunakan tool Follow Me (pada menu Tools > Follow Me (inget, di sketchup ya bukan di twitter :D ))
5

(Trik: Ada cara yang lebih cepat. Lihat gambar di bawah ini. Pertama select area lingkaran bawah (area 1) dengan select tool. Kemudian klik tool Follow me. Terakhir, klik di area nomer 3)

6

Voila! Jadilah seperti ini..

7

5. Select all. Kemudian klik kanan, Select > Bounding Edges. Klik kanan lagi kemudian pilih Soften/Smooth Edges. Ubah nilai degree-nya menjadi 0, dengan demikian garis-garis rangka yang membentuk kubah terlihat semuanya.

9

6. Buatlah layer baru dan gambarlah garis garis silang seperti pada gambar. (pastikan anda menggambar di layer yang baru)

11

7. Kembali ke layer 0, buatlah garis bantu untuk menentukan titik tengah di dasar kubah.

12

8. Pindahkan ke layer 1, dan matikan layer 0. Gebuklah sampai mati. (hapus tanda centang di kolom visible di Layers). Dengan demikian, kubahnya hilang (hayo lohh..), yang terlihat hanya garis-garis silang yang tadi kita buat di layer 1. Select All.

13

Kemudian aktifkan lagi Layer 0 dengan mencentang visible.

9. Kita akan melakukan rotate copying. Ngopi sambil muter-muter. Dengan ini kita nggak usah bikin garis-garis silang itu semuanya, cukup satu baris saja, kemudian dicopy. Pertama klik Rotate tool. Kemudian klik di tengah dasar kubah, di ujung garis bantu yang kita buat tadi. Pastikan rotate tool berwarna biru (rotasi pada sumbu biru). (Trik: Agar rotate tool tetap berwarna biru, caranya arahkan dulu ke luar kubah. Jika sudah berwarna biru, tekan dan tahan tombol shift pada keyboard, kemudian geser dan klik untuk ditempatkan di tempat yang dimaksud)

14

10. Setelah itu, klik pada endpoint di titik 1. Tekan tombol Ctrl (tidak usah ditahan), geserkan dan klik di titik 2. Setelah itu jangan menyentuh apa-apa dulu.

15

11. Langsung ketikkan 47x. Ini artinya Sketchup akan mengcopy sesuai angle yang telah ditentukan sebelumnya (Angle bisa diisikan dengan nilai sudut, atau bisa seperti pada langkah 10). Karena di langkah pertama tadi kita mengisi jumlah sisi lingkaran sebanyak 48, maka dalam langkah ini kita isikan 47x, karena yang satu adalah yang kita copy itu. Tapi mau diisikan 48x juga no problem, paling nanti double.

16

12. Setelah diketikkan 47x, tekan enter. (untuk komputer yang lemot, butuh waktu lama untuk loading) Hasilnya seperti ini.

17

13. Select All, dan klik kanan. Pilih Soften/Smooth Edges. Kembalikan ke angka 20 degrees.

18

14. Kini kubah siap diwarnai sesuka hati :)

19

“Just Married” vs “Just Friend” vs “Just Bieber”

[’Just married’itu lebih menyakitkan daripada ‘just friend’]. Well, itu adalah tema kehidupan saya akhir-akhir ini. Sejak beberapa bulan ke belakang saya memang diliputi kegalauan dan kebambangan, percaya atau tidak ternyata kegantengan saya bukan jaminan keberhasilan dalam masalah cinta.. “Kenapa kang?? Ditolak? Putus?” begitulah pertanyaan temen-temen kepada saya. Begini ceritanya, enam tahun yang lalu saya bertemu dengan seorang gadis. “Sama siapa?? Justin Bieber??” (Walaupun ada di judul, Bieber nggak ada hubungannya sama tulisan ini). Cantik? Ya not bad lah, daripada ganteng. Awalnya sih perasaan saya biasa aja. Tapi satu tahun kemudian semuanya berubah saat negara api menyerang.. Saya merasakan hal yang berbeda. Jatuh cinta? Mungkin..

Kemudian saya tidak lagi sering bertemu dengannya, karena saya harus merantau ke luar nagreg untuk menyelesaikan pelatihan saya menjadi Avatar dengan menguasai empat elemen, yaitu air, tanah, struktur, dan transportasi. Walaupun begitu saya tetap menjalin komunikasi dengannya walaupun tidak sering. Ya paling sebulan sekali lah saya nanyain kabarnya. Karena belajar dari pengalaman, saat awal-awal saya suka sama dia, saya terlalu sering ngesms. Dalam sehari saya ngesms dua puluh, tapi dia cuma ngebales sekali doang, itu pun setelah dua kali 24 jam. Sedih banget ya.. Nggak kok, saya orangnya sabar (padahal selama nungguin balesan itu harap harap cemas nyampe keringet dingin, mondar mandir di depan kantor polisi, ngurek ngurek tong sampah, dan perilaku aneh saya yang lainnya)

Seiring berjalannya waktu, saya jadi lebih perhatian. Tapi yang ini perhatiannya emang bener perhatian, bukan semata-mata modus, mean, atau median. Perlahan-lahan saya pun menganggapnya seperti saudara.. saudara orang lain.. Beneran, saya menganggapnya seperti saudara, walaupun ada sedikit harapan untuk menjadikan saudaranya menjadi saudara saya juga. If you know what I mean. Pada suatu saat ada sebuah momentum dimana ibu saya bertemu dengan dia. Yang namanya ibu pasti tahu kalo anaknya ada udang di balik bakwan. Akhirnya saya diinterogasi ibu saya. Muka saya disensor jadi siluet item dan suara saya dicempreng-cemprengin. Dan akhirnya saya pun mengaku kalau saya suka sama dia. Ibu saya juga cocok sama dia. Ibu saya pun bilang ingin melihat saya menikah. Melihat kondisi ibu saya yang sakit-sakitan, saya pun berpikir bagaimana jika tahun depan saya menikah saja?

Dengan proses pemikiran yang panjang, saya pun mencoba untuk merencanakan kesiapan saya menikah. Saya menukar uang tabungan saya dengan emas, supaya ada nilai tambahnya. Saya mulai melakukan bisnis investasi, termasuk di bidang properti, saya punya saham dua apartemen di Tennessee, kemudian saya juga memiliki sedikit kepemilikan di Changi Airport, juga di perusahaan listrik dan perusahaan air minum. Kekayaan saya cukup banyak sampai akhirnya bangkrut karena harta saya ditarik oleh bank karena lawan main saya mendapatkan kartu kesempatan, saya juga sempat dimasukkan ke penjara. Namun akhirnya saya bisa keluar karena saya berhasil mendapatkan angka enam dari dadu yang saya kocok. (ini semua bisa anda temukan hanya ada dalam permainan monopoli)

Sayangnya tidak lama kemudian ibu saya meninggal dunia. Seperti halnya manusia biasa, saya pasti sedih, tapi saya berusaha untuk tetap tegar dan ikhlas. Beberapa bulan kemudian saya diberitahu oleh kakak saya, sebelum ibu saya meninggal, ibu saya memberikan cincin emasnya untuk mahar perkawinan saya kelak. Lagi lagi sebagai manusia biasa, saya merasakan haru yang luar biasa. Dan itu membulatkan tekad saya untuk melamarnya tahun depan. Saya pun memutuskan untuk menunda sejenak kuliah saya dan mencari penghasilan. Saya menjual jasa desain arsitektur rumah, dibantu oleh dua asisten saya (padahal saya yang jadi asisten). Lumayan, orang-orang etnis Cina yang berduit itu banyak menghasilkan keuntungan untuk kami. Sayangnya yang namanya pesanan tidak selalu ada tiap hari. Ada kalanya sama sekali tidak ada pekerjaan.

Entah kenapa saya memiliki penglihatan masa depan, bahwa saya akan melihat dia akan menikah dengan orang lain, bukan dengan orangutan. Saya kemudian merenung dan mencoba realistis. Dan ternyata dengan melihat data yang tersedia memang masuk akal. Data yang dimiliki: pertama, dia seorang wanita; kedua, dia sudah mencapai umur ideal untuk menikah ; ketiga, dia memiliki teman laki-laki atau ayahnya punya teman laki-laki atau temannya teman dia memiliki teman laki-laki (kok jadi ribet begini), intinya dia memiliki kemungkinan untuk terkoneksi dengan seorang laki-laki. Saya rasa masuk akal jika kemudian ada laki-laki yang meminangnya. Sekarang kemungkinannya hanya ada dua, ya dan tidak.. Satu bulan kemudian dia lulus sarjana, sedangkan saya lulus sarjoko. Itu menguatkan hipotesis saya..

Empat puluh hari lima belas jam tiga puluh empat menit dua belas koma tiga lima detik (dengan tingkat error 95%) setelah perayaan wisudanya, saya mendapatkan pesan di whatsapp dari nomer yang tidak saya kenal. Saya coba buka ava profilenya, tapi gambarnya tidak terlalu jelas. Tapi dari bahasa yang digunakan saya yakin ini adalah dia.. Ya ternyata memang dia. Kok tumben dia ngirim pesan. Setelah itu kami pun berbincang-bincang ngalor ngidul ngulon ngetan, sampai akhirnya ia berkata, “Bulan —- Aku mau nikah..”

Well,, saya pun terdiam.. Terdiam.. Hanya terdiam.. Kemudian saya ke gudang dan mencari tali tambang, ternyata tidak ada. Saya pun ke dapur dan mengambil pisau, sayangnya tumpul, dan batu asahannya nggak ada. Saya pergi ke warung untuk membeli baygon cair. “Adanya baygon yang batang kang, disimpen di atas tipi aja kang nanti juga cair” kata si penjual. Emangnya lo kira baygon itu es lilin.. Nggak jadi. Dengan lunglai saya pun ke jembatan penyeberangan, tapi setelah di anak tangga ke sebelas saya turun lagi karena saya memang takut ketinggian. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena saya lelah berjalan kaki, saya pun beristirahat di suatu masjid. Saya melihat ada sebotol pembersih lantai. Saya mengambilnya dan menuangkannya ke dalam gelas plastik di depan masjid.. Dengan tangan gemetaran saya mulai meminum cairan itu. Ternyata minum sirup kolang kaling gratis itu menyegarkan. Saya pun membungkus cairan pembersih lantai tadi dan membawanya ke rumah. Saya pun mulai menggosok lantai kamar mandi di rumah..

Bukan saya namanya kalau nggak tegar (jadi nama saya Tegar?), saya berdiri dengan tegap dan gagah walaupun masalah menerpa.. (padahal pas hari itu saya nangis guling-guling). Saya juga bikin lagu yang galau, dibikin sendiri didengerin sendiri tiap hari tanpa bosen. Tapi awal-awal memang begitu sih, wajar. Karena memang waktu yang bisa menyembuhkan luka. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu sekarang saya masih belum bisa move on.. Just Married (walaupun belum) emang lebih menyakitkan daripada “just friend”. Justru menurut saya mah “just friend”itu bagus, karena level pertemanan itu bisa naik sewaktu waktu, tergantung cau di warung. Katanya sih lamanya waktu untuk melupakan seseorang yang kita cintai itu adalah selama kita mencintai orang itu. Jadi kalau saya mencintai dia selama lima tahun, jadi saya perlu waktu lima tahun untuk melupakannya.. Buset, lama bener yak.. Tapi kata pak Mario Tegar, “Jika kita sulit melupakan seseorang, berarti seseorang itu seorang yang istimewa dan luar biasa bagi hidup kita. Dan orang yang lebih istimewa dan luar biasa lah yang dapat membuat kita bisa move on dan melupakan masa lalu. Itu!” | “Mana pak itu itu?” (By the way, pak Mario itu turut andil dalam pemasaran produk rokok di Indonesia, karena “salam super”nya, kenapa nggak “salam sampoerna”, “salam marlboro”? (ASIMH= Awas Status Ini Mah Heureuy)

Oke, saya punya teori lain. Dalam masalah ini cara yang terbaik bukan melupakan, tetapi mengikhlaskan. Kita harus menerima kenyataan, karena mau bagaimanapun Tuhan yang ngatur manusia. Bukan manusia yang ngatur-ngatur Tuhan. Jodoh itu emang aneh. Yang udah deket tiba-tiba menjauh, yang jauh tiba-tiba mendekat.. Yang belasan tahun menjalin cinta akhirnya gagal begitu saja, yang baru kenal satu bulan langsung nikah.. Yang udah mantap bisa aja gagal, yang masih ragu-ragu bisa aja berhasil. Kaya, ganteng, bukan jaminan semuanya bisa mulus-mulus aja.. Jodoh itu top secret, nggak ada yang tahu. So, mumpung jodoh itu nggak ada yang tahu, maka pesan saya untuk para laki-laki jorok jomblo dari orok yang udah mampu untuk menikah cobain aja satu-satu, jangan takut ditolak, karena kita pasti mengalami penolakan, kegagalan, dan kegagalan berikutnya sampai kita menemukan jodoh kita. Ingat, laki-laki sejati itu nggak nembak si cewek, tapi menyatakan cinta kepada ayahnya.. Homo dong? Maksudnya nyatakan kepada ayahnya bahwa kita mencintai si perempuan. Kalo ayahnya udah nggak ada? Ya ke wali yang bertanggung jawab.. jangan ke Fa’ang Wali Band ya..

Tadinya saya ragu-ragu mau nulis ini di blog. Takutnya orang yang diomongin baca.. Tapi persetan lah, mau baca atau nggak juga. Tapi kalo kamu baca ini, aku cuma bercanda kok.. Ini bukan kamu,, beneran deh.. (ketauan banget boongnya). Oke, kalo kamu baca ini,, pesan saya adalah…

Akurapopo..

Itu! Salam kuper!

I’ll always be your best friend forever :)

Tips & Trik Menggambar Diagram Gaya Dalam (Shear & Moment)

Tentu menghitung gaya dalam ini adalah ilmu yang sangat dasar dalam mekanika.Dalam menghitung gaya dalam, yang dulu saya diajarkan adalah mencari reaksi tumpuan dan membentuk persamaan gaya dengan variabel x. Tentu dalam membuat persamaan dibutuhkan ketelitian, dan juga waktu. Kadang-kadang ketika ujian konsentrasi agak buyar karena tegang dan waktu yang tidak memadai. Ujian pun berantakan.

Ada trik untuk mengerjakannya agar lebih cepat (untuk struktur statis tertentu). Langsung saja kita mulai dari menggambar diagram gaya geser (Shear Force Diagram).

Contoh 1.

1

Perjanjian tanda: gaya ke bawah = negatif, gaya ke atas = positif, searah jarum jam = positif. Pertama-tama sebelum menggambarkan diagram gaya dalam, anda harus menguasai dulu mencari reaksi tumpuan (baca postingan sebelumnya). Dalam contoh sudah diketahui besarnya gaya tumpuan (berwarna biru muda).

Kita mulai dari kiri ke kanan. Di posisi awal (x=0 m), ada gaya ke bawah sebesar 6 kN. Kita tarik ke bawah sebesar 6 kN.

2

Karena di antara x=0 dan x=4 tidak ada gaya, maka tarik garis datar horizontal sampai ke titik yang ada gayanya lagi, di x= 4 m yang ada gaya sebesar 12 kN.

3

Karena ada gaya kebawah sebesar 12 kN, maka tarik kebawah sejauh 12 kN. Atau dengan kata lain, (-6)+(-12) = -18 kN.

4

Berikutnya tarik garis mendatar lagi sampai gaya berikutnya, yaitu di x= 8 m.

5

Di posisi tersebut ada gaya tumpuan sebesar 18 kN ke atas. Tarik keatas sebesar 18 kN. (-18) + 18 = 0. Gaya momen tidak usah dipedulikan, karena ini adalah diagram geser.

6

Jika hasil akhirnya tidak 0 maka perlu dicek ulang hitungan sebelumnya. Jika sudah, maka diagram gaya geser sudah jadi dan siap untuk dihidangkan :D Oke Next ke contoh selanjutnya.

Contoh 2

7

Untuk beban merata, bentuk diagramnya sedikit berbeda dengan beban terpusat seperti di contoh satu. Di permulaan (x=0 m), tidak ada gaya yang bekerja (pada beban merata gaya gesernya terdistribusi secara linear). Di ujung beban merata (x= 7 m), gaya geser yang bekerja adalah 7 m x 4 kN/m = 28 kN.

8

Tarik garis mendatar sampai ke gaya selanjutnya di x= 9 m.

9

Tarik garis ke atas 28 kN. (-28) + 28 = 0. Oke bro.. :)

10

Contoh 3

11

1213141516

Bersambung ke Part II.. :)

Prosedur Desain Elemen Lentur Baja (Part II)

Meneruskan dari postingan sebelumnya kita akan membahas prosedur perancangan elemen lentur pada baja. Langsung saja ya,

  1. Menentukan momen ultimit (Mu), yang diperoleh dari perhitungan analisis struktur (manual/software)
  2. Memilih profil baja yang memenuhi syarat
    a. Kekuatan
    min ZxAsal usulnya M = Zx * fy.

    Di tabel baja Zx itu adalah Sections Modulus, atau yang kita sepakati disini dengan simbol Sx. Maka diperlukan faktor konversi dari Sx ke Zx dengan nilai 1.5, maka:

    min sx

    Dari minimal Sx yang didapatkan, maka dari tabel profil baja dapat dicari profil yang nilai Sx-nya mendekati dengan Sx minimal.

    b. Serviceability
    min IxDengan nilai δ ijin untuk elemen balok induk adalah sebesar L/360, dan untuk elemen balok anak adalah sebesar L/240.
    Pemilihan profil, dipilih yang Sx dan Ix-nya mendekati Sx dan Ix minimal

  3. Pengecekan profil
    a. Kelangsingan
    Cek kelangsingan pada sayap dan badan penampang (profil WF). Kelangsingan (λ) adalah rasio antara panjang dan ketebalan sayap atau badan.

    kelangsingan

    fr = tegangan sisa (70 Mpa untuk penampang dirol dan 115 Mpa untuk penampang dilas)

    Ada tiga kategori kelangsingan, yaitu kompak, tidak kompak, dan langsing.
    λ < λp  (Kompak)
    λp < λ < λr (Tidak Kompak)
    λ > λr (Langsing)

    Agar lebih gampang diingat, perhatikan grafik ini.

    grafkelangsingan

    b. Kriteria Panjang bentang
    Untuk kriteria panjang bentang ada tiga kategori yaitu bentang pendek, menengah, dan panjang. Untuk mengetahuinya, maka perlu menghitung:
    rumusbentang
    grafbentang

  4. Menentukan nilai momen nominal penampang berdasarkan kriteria kelangsingan dan panjang bentang.
    a. Kelangsingan
    Untuk kriteria kelangsingan, lebih mudahnya tinggal dilihat saja grafiknya. Karena nilai Mp dan Mr sudah dihitung (Mp = Zx.fy, dan Mr = Sx.(fy-fr), λp dan λr juga, maka nilai Mn dapat diketahui. Untuk penampang kompak maka nilai Mn = Mp = Zx * fy. Dan untuk penampang tidak kompak maka nilai Mn didapatkan dari hasil interpolasi.
    grafkelangsinganUntuk penampang langsing ada dua tipe kelangsingan, yaitu sayap langsing atau badan langsing.

    penampanglangsing

    b. Bentang Panjang

    Untuk kriteria panjang bentang, nilai Momen Nominal hampir sama dengan kelangsingan, dapat dilihat dari grafiknya. Tetapi pada kriteria bentang menengah, nilai momen harus dikalikan faktor pengali momen (Cb)

    grafbentang

    Untuk bentang pendek Mn = Mp. Dan untuk bentang menengah nilai Mn didapat dari hasil interpolasi lalu dikalikan Cb.

    Cb

  5. Pengecekan Kapasitas Penampang
    Setelah mendapatkan momen nominal dari kriteria kelangsingan dan panjang bentang, dipilih nilai momen nominal yang paling kecil. Ada tiga pengecekan, yaitu tahanan lentur, tahanan geser, dan hubungan antara lentur dan geser. Profil yang dipilih harus memenuhi syarat:
    a. Tahanan Lentur
    Mu < Mn ø
    b. Tahanan Geser
    Vu < Vn ø
    Vn = 0.6 *fy*Aw
    Karena yang akan mengalami geser pada profil WF adalah plat badan maka yang perlu diperhitungkan adalah Aw (Luas web (badan))
    c. Interaksi geser dan lentur

    intgeserlentur

  6. Cek lendutan
    lendutanJika semuanya ok, maka profil dapat dipakai. Jika ada yang belum ok, maka anda kurang beruntung, silahkan coba profil yang lain :D . Perhitungan ini berdasarkan SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Untuk tahu lebih detailnya silahkan dilihat lagi SNInya :)

Prosedur Desain Elemen Lentur Baja (Part I)

Lama sekali saya tidak posting, berhubung akhir-akhir ini saya sibuk sekali.. Sibuk mencari kesibukan :D

Postingan kali ini adalah tentang struktur baja, desain elemen lentur. Saya baru selesai tugas Perancangan Bangunan Gedung, kebetulan saya dapat material baja. Jadi mumpung masih ingat, saya share sedikit yang saya tahu (kebetulan saya tahunya cuma sedikit :D )

Okay, kita mulai saja. Elemen lentur. Apa sih elemen lentur? Ya intinya elemen yang melentur. Udah gitu aja, daripada panjang lebar malah ga ngerti. Elemen lentur di sini adalah balok. Baja adalah material yang memiliki kondisi plastis. Ini gambarnya, (yang ini gambarnya ngopi dari web lain)

tegreg

Nah, elemen lentur pada baja didesain sampai pada kondisi plastis, bukan pada kondisi elastis. Pada saat awal pembebanan tegangan akan terus bertambah sampai mencapai tegangan leleh (fy), kemudian serat bagian dalamnya pun tegangannya ikut bertambah sampai tegangan leleh juga. Agar tambah bingung kita lihat gambarnya.

lelplas

Pada kondisi a adalah pembebanan awal, tegangannya kurang dari  tegangan leleh. Pada kondisi b adalah batas kondisi elastis, tegangan yang terjadi pada serat terluar sama dengan tegangan leleh. Kondisi c tegangan tetap pada tegangan leleh diikuti serat terdalamnya. Pada kondisi d seluruh penampang pada tegangan leleh, kondisi ini adalah batas kondisi plastis.

Asal usul rumus momen pada (b) dan (d), sebenarnya sederhana. Hanya persamaan momen seperti pada umumnya

leleh

C = volume prisma atas
= σ * ½ h * 0.5 * b

C = T

Jika ditinjau dari T, maka
M = C * 2/3 h
= fy * ½ h * 0.5 * b * 2/3 h
= fy * 1/6 * b * h2
Karena Sx = 1/6 bh2, maka
M = Sx * fy

Begitu loh asal mulanya, sedangkan untuk kondisi (d):

plastis

C = volume balok atas
= σ * ½ h * b

C = T

Jika ditinjau dari T, maka
M = C * 1/2 h
= fy * ½ h * b * 1/2 h
= fy * 1/4 * b * h2

Karena Zx = 1/4 bh2, maka
M = Zx * fy

Ya begitulah asal usul dari rumus momen leleh dan momen plastis. Untuk prosedur desain elemen lentur baja, karena kalau di sini terlalu panjang kita lanjut di postingan selanjutnya ya :)

Tepat Waktu dan Jam Karet

originalKetika melihat orang lain yang tidak tepat waktu sepertinya aneh sekali. Maklum, saya dididik untuk selalu disiplin dan tepat waktu. Kakek saya tidak suka dengan jam karet, bahkan jika ada saudaranya yang berjanjian dengannya dan tidak tepat waktu pasti kena semprot kakek saya. Beliau pernah bilang pada saya, “Sebenarnya bukan tepat waktu, tapi pada waktu yang tepat.” Kalimat yang rada membingungkan. Hehe..

Dulu saya sering marah jika sudah janji rapat jam 9, saya sudah di sana dari jam 9 kurang, dan.. baru datang semuanya satu jam sampai satu setengah jam setelahnya. Dengan berbagai alasan, ya nyuci dulu lah, nyetrika dulu, masak dulu, dan alasan lainnya. Dulu juga pernah menunggu seseorang yang janjian dengan saya dan datangnya empat jam setelahnya. Ckckck..

Saya berpikir, masalah ketepatan waktu ini ada kaitannya dengan etika dan menghormati orang. Saya selalu memperhatikan mereka yang datang terlambat, saya membandingkannya dengan ketepatan waktu mereka saat ke sekolah/kampus. Logikanya begini, jika mereka datang ke sekolah/kampus tepat waktu dan mereka tidak tepat waktu ketika datang rapat atau bertemu dengan saya, berarti mereka lebih memprioritaskan dan lebih menghormati sekolah/kampus/kantor mereka. Seakan rapat atau janjian itu tidak terlalu penting.

Jika sudah sepakat dengan perjanjiannya. Saya jarang sekali terlambat ketika bertemu dengan seseorang. Alasannya sederhana, pertama janji itu harus dipenuhi, kedua seorang laki-laki selalu memperlakukan orang lain dengan baik. Bagi saya orang lain yang janji dengan saya berarti mereka membentuk suatu ikatan yang baik dengan kita, maka kita harus memperlakukannya dengan baik. Saya selalu mengusahakan saya selalu datang sebelum waktunya, walaupun saya menunggu. Bagi saya target adalah waktu sebelum waktu yang disepakati, sedangkan waktu yang disepakati itu bagi saya adalah waktu kritis. Kadang kala saya melakukan hitung-hitungan untuk menentukan waktu tempuh saya ke tempat tujuan agar tidak terlambat.

Sering juga saya berjanji dengan jam yang tidak bulat, “Saya ke rumah jam 15.37 ya“. Dan saya pun selalu datang di waktu itu (puterin jam tangan dulu dikit :p ). Dengan itu saya menunjukkan penghormatan, dan menunjukkan bahwa orang yang saya ajak janjian itu berharga bagi saya. Karena harga dari sebuah ikatan persahabatan itu sangat mahal.

Tidak semua orang memiliki alokasi waktu yang sama dengan kita. Maka kita seharusnya menghargai waktu mereka. Karena waktu itu amat berharga. Kini saya mengerti maksud dari ucapan kakek saya, “Bukan tepat waktu, tapi di waktu yang tepat.” Karena kita yang memilih waktunya, kita yang memposisikan diri akan ada di waktu yang mana. Jika kita menghormati orang lain kita harus ada di waktu yang mana, jika dalam kondisi tertentu harus ada di waktu yang mana. Semuanya pilihan kita. Kita yang menentukan akan lebih cepat, tepat, atau terlambat :)

Berpikir Jauh ala Farhat Abbas dan Ridwan Kamil

rkfarhatBaru-baru ini muncul sesosok pria yang membuat geram banyak orang karena kritikannya. Hampir semuanya dikritik. Siapa dia? Dialah Farhat Abbas, calon presiden yang akan membasmi korupsi dengan sumpah pocong :D

Pertamanya saya tidak terlalu memperhatikan apa yang dia ucapkan. Karena baru-baru ini saya membuat akun twitter, dan saya follow Ridwan Kamil, walikota Bandung, saya melihat ada beberapa kritikan dari Farhat Abbas mengenai beliau. Dan karena saya kepo, jadi saya intip TLnya Bang Farhat ini. Ternyata bukan hanya Ridwan Kamil saja yang ia kritik, melainkan banyak sekali, mungkin nanti anjing kencing di pohon juga bakal dikritik :D

Saya tidak membahas kicauan Farhat tentang yang lain, saya hanya membicarakan kicauan Farhat tentang kota Bandung dan walikotanya. Beberapa di antaranya tweet-tweet Farhat Abbas adalah ketidaksetujuannya mengenai WiFi gratis yang dipasang di masjid (untuk yang ingin tahu tweet-nya seperti apa disearch aja ya :) ). Maksud walikota, WiFi yang dipasang di masjid dimaksudkan agar masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah, tentunya dengan kontrol oleh pengurus DKM masjid agar aktifitas menggunakan internet dilakukan setelah melaksanakan sholat. Maka masyarakat akan bergaul di lingkungan masjid, bukan di tempat-tempat yang negatif. Selain itu WiFi di masjid dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran listrik, telepon, PDAM, juga zakat secara online, dengan demikian ada benefit yang dapat diambil untuk masjid.

Nah, lalu apa pikiran Farhat? Farhat berpikir bahwa jika WiFi ada di masjid, maka akan merusak citra masjid. Bisa saja ada orang yang menggunakan WiFi di masjid dan mengakses situs porno. Lalu dia berpikir, karena WiFi di masjid, penjagaannya bertambah, sudah menjaga sandal dan kotak amal, sekarang ditambah laptop.. Hmm..

Kicauan Farhat yang lain adalah tentang Taman Jomblo, intinya dia tidak setuju dengan adanya Taman Jomblo, dan di salah satu tweetnya dia menyebutkan, “Bandung itu butuh walkot yg bisa ngusir penegak hukum dzalim yg tak adil dan tak benar terhadap rakyat, bukan butuh taman jomblo.” Setelah itu dia menyindir: “Walikota Bandung tukang taman”. Yang saya tangkap dari sana adalah menurutnya taman itu tidak penting. Hmm..

Lalu beberapa hari yang lalu di acara Hitam Putih Trans 7 Farhat menyerang Ridwan Kamil yang menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor, bahkan Farhat juga menyerang Jokowi yang juga bersepeda. Di Bandung setiap hari Jumat warga dianjurkan memakai sepeda, dan di Jakarta hari Senin PNS dilarang menggunakan kendaraan pribadi. Menurut Farhat tidak semua orang punya sepeda, dan berarti yang tidak punya sepeda harus beli sepeda. Lalu dia berpendapat, jika ada PNS yang rumahnya di Bogor dan kantor di Jakarta apakah harus pakai sepeda? Lalu, jika Jokowi ke kantor pakai sepeda, berarti dia dari rumah tidak mandi karena nanti akan berkeringat, maka dia akan mandi di kantor, kalau dia mandi di kantor dia akan menghabiskan air di kantor, artinya dia memakai uang dari masyarakat. Hmmm..

Selain itu banyak juga kicauannya tentang anak jalanan, bis gratis, bahasa sunda, kepadatan penduduk kota Bandung, dan banyak lagi (cape lah ngitungnya :D ). Berhubung saya warga Bandung walaupun sekarang jarang pulang ke Bandung, tentunya saya mengharapkan perubahan yang baik terhadap kota Bandung. Dan saya merasa kini Bandung sedikit lebih baik dari sebelumnya. Seorang Tokoh Ridwan Kamil yang menjadi pemimpin kota Bandung memberi pengaruh terhadap perubahan-perubahan itu. Juga merubah warga yang tadinya pesimis terhadap perubahan menjadi optimis, termasuk saya.

Oke, yang saya amati, Ridwan Kamil dan Farhat Abbas memiliki kesamaan, yakni keduanya mampu untuk berpikir jauh, pemikiran Farhat Abbas tidak salah, tetapi menunjukkan kadar intelektual yang berbeda dengan Ridwan Kamil. Coba amati, pikiran Ridwan Kamil tentang WiFi masjid, lalu bandingkan dengan pikirannya Farhat Abbas. Untuk anda yang memiliki kejernihan pikiran dan kejernihan hati pasti akan cenderung terhadap pemikirannya Ridwan Kamil.

Kita kupas sedikit tentang Taman Jomblo. Sebenarnya nama itu tercetus dari sebuah heureuy (guyon) Ridwan Kamil dengan warganya di Twitter. Ridwan Kamil merencanakan akan ada banyak taman tematik yang tersebar di Bandung. Taman, mungkin untuk Farhat Abbas itu sepele, dan tidak penting. Tapi untuk orang yang mengerti tata kota, planologi, dsb, itu bisa jadi sangat penting. Salah satu upaya Ridwan Kamil adalah menaikkan Index of Happiness.

Saya pernah belajar Planologi, walaupun nilainya pas-pasan. Saya mempelajari bahwa kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh infrastruktur dan penataannya, dengan begitu suatu daerah dapat berkembang dari segi ekonomi, sosial, politik, pendidikan, kesehatan. Logikanya begini, dengan kota yang nyaman, infrastruktur yang baik, sarana dan prasarana yang baik, maka masyarakat akan nyaman untuk tinggal di kota tersebut. Jika masyarakat sudah merasa nyaman, mood masyarakat akan baik, mereka akan merasa bahagia. Jika mereka bahagia mereka akan bekerja/beraktifitas dengan rasa senang, dengan begitu produktifitas warga dalam aktifitasnya akan naik, dengan begitu akselerasi pertumbuhan kota akan besar. Nah, taman itu adalah salah satu trik bagaimana agar masyarakat bisa nyaman dan bahagia untuk tinggal di kotanya sendiri. Taman juga merupakan trik agar masyarakat mau untuk keluar rumah dan berinteraksi dengan yang lainnya. Dengan begitu terjadi hubungan harmonis antar warga, dan pertumbuhan kota akan semakin cepat.

Untuk masalah sepeda, saya rasa itu sudah jelas maksudnya adalah untuk mengurangi kemacetan. Langkah yang dilakukan oleh Ridwan Kamil dan Jokowi adalah untuk pembiasaan bagi masyarakat. Mengenai komentar Farhat masalah beli sepeda, dan mandi di kantor itu menurut saya adalah pemikiran yang jenius, jenius sekali :D

Yang saya pelajari dari momen ini adalah: Banyak orang yang beranggapan punya gelar, banyak bicara, banyak mengkritik dan berpikir jauh (kejauhan) itu keren.  Mungkin, tetapi itu tidak berarti menunjukkan kadar intelektual yang baik :)