Tips & Trik Menggambar Diagram Gaya Dalam (Shear & Moment)

Tentu menghitung gaya dalam ini adalah ilmu yang sangat dasar dalam mekanika.Dalam menghitung gaya dalam, yang dulu saya diajarkan adalah mencari reaksi tumpuan dan membentuk persamaan gaya dengan variabel x. Tentu dalam membuat persamaan dibutuhkan ketelitian, dan juga waktu. Kadang-kadang ketika ujian konsentrasi agak buyar karena tegang dan waktu yang tidak memadai. Ujian pun berantakan.

Ada trik untuk mengerjakannya agar lebih cepat (untuk struktur statis tertentu). Langsung saja kita mulai dari menggambar diagram gaya geser (Shear Force Diagram).

Contoh 1.

1

Perjanjian tanda: gaya ke bawah = negatif, gaya ke atas = positif, searah jarum jam = positif. Pertama-tama sebelum menggambarkan diagram gaya dalam, anda harus menguasai dulu mencari reaksi tumpuan (baca postingan sebelumnya). Dalam contoh sudah diketahui besarnya gaya tumpuan (berwarna biru muda).

Kita mulai dari kiri ke kanan. Di posisi awal (x=0 m), ada gaya ke bawah sebesar 6 kN. Kita tarik ke bawah sebesar 6 kN.

2

Karena di antara x=0 dan x=4 tidak ada gaya, maka tarik garis datar horizontal sampai ke titik yang ada gayanya lagi, di x= 4 m yang ada gaya sebesar 12 kN.

3

Karena ada gaya kebawah sebesar 12 kN, maka tarik kebawah sejauh 12 kN. Atau dengan kata lain, (-6)+(-12) = -18 kN.

4

Berikutnya tarik garis mendatar lagi sampai gaya berikutnya, yaitu di x= 8 m.

5

Di posisi tersebut ada gaya tumpuan sebesar 18 kN ke atas. Tarik keatas sebesar 18 kN. (-18) + 18 = 0. Gaya momen tidak usah dipedulikan, karena ini adalah diagram geser.

6

Jika hasil akhirnya tidak 0 maka perlu dicek ulang hitungan sebelumnya. Jika sudah, maka diagram gaya geser sudah jadi dan siap untuk dihidangkan :D Oke Next ke contoh selanjutnya.

Contoh 2

7

Untuk beban merata, bentuk diagramnya sedikit berbeda dengan beban terpusat seperti di contoh satu. Di permulaan (x=0 m), tidak ada gaya yang bekerja (pada beban merata gaya gesernya terdistribusi secara linear). Di ujung beban merata (x= 7 m), gaya geser yang bekerja adalah 7 m x 4 kN/m = 28 kN.

8

Tarik garis mendatar sampai ke gaya selanjutnya di x= 9 m.

9

Tarik garis ke atas 28 kN. (-28) + 28 = 0. Oke bro.. :)

10

Contoh 3

11

1213141516

Bersambung ke Part II.. :)

Prosedur Desain Elemen Lentur Baja (Part II)

Meneruskan dari postingan sebelumnya kita akan membahas prosedur perancangan elemen lentur pada baja. Langsung saja ya,

  1. Menentukan momen ultimit (Mu), yang diperoleh dari perhitungan analisis struktur (manual/software)
  2. Memilih profil baja yang memenuhi syarat
    a. Kekuatan
    min ZxAsal usulnya M = Zx * fy.

    Di tabel baja Zx itu adalah Sections Modulus, atau yang kita sepakati disini dengan simbol Sx. Maka diperlukan faktor konversi dari Sx ke Zx dengan nilai 1.5, maka:

    min sx

    Dari minimal Sx yang didapatkan, maka dari tabel profil baja dapat dicari profil yang nilai Sx-nya mendekati dengan Sx minimal.

    b. Serviceability
    min IxDengan nilai δ ijin untuk elemen balok induk adalah sebesar L/360, dan untuk elemen balok anak adalah sebesar L/240.
    Pemilihan profil, dipilih yang Sx dan Ix-nya mendekati Sx dan Ix minimal

  3. Pengecekan profil
    a. Kelangsingan
    Cek kelangsingan pada sayap dan badan penampang (profil WF). Kelangsingan (λ) adalah rasio antara panjang dan ketebalan sayap atau badan.

    kelangsingan

    fr = tegangan sisa (70 Mpa untuk penampang dirol dan 115 Mpa untuk penampang dilas)

    Ada tiga kategori kelangsingan, yaitu kompak, tidak kompak, dan langsing.
    λ < λp  (Kompak)
    λp < λ < λr (Tidak Kompak)
    λ > λr (Langsing)

    Agar lebih gampang diingat, perhatikan grafik ini.

    grafkelangsingan

    b. Kriteria Panjang bentang
    Untuk kriteria panjang bentang ada tiga kategori yaitu bentang pendek, menengah, dan panjang. Untuk mengetahuinya, maka perlu menghitung:
    rumusbentang
    grafbentang

  4. Menentukan nilai momen nominal penampang berdasarkan kriteria kelangsingan dan panjang bentang.
    a. Kelangsingan
    Untuk kriteria kelangsingan, lebih mudahnya tinggal dilihat saja grafiknya. Karena nilai Mp dan Mr sudah dihitung (Mp = Zx.fy, dan Mr = Sx.(fy-fr), λp dan λr juga, maka nilai Mn dapat diketahui. Untuk penampang kompak maka nilai Mn = Mp = Zx * fy. Dan untuk penampang tidak kompak maka nilai Mn didapatkan dari hasil interpolasi.
    grafkelangsinganUntuk penampang langsing ada dua tipe kelangsingan, yaitu sayap langsing atau badan langsing.

    penampanglangsing

    b. Bentang Panjang

    Untuk kriteria panjang bentang, nilai Momen Nominal hampir sama dengan kelangsingan, dapat dilihat dari grafiknya. Tetapi pada kriteria bentang menengah, nilai momen harus dikalikan faktor pengali momen (Cb)

    grafbentang

    Untuk bentang pendek Mn = Mp. Dan untuk bentang menengah nilai Mn didapat dari hasil interpolasi lalu dikalikan Cb.

    Cb

  5. Pengecekan Kapasitas Penampang
    Setelah mendapatkan momen nominal dari kriteria kelangsingan dan panjang bentang, dipilih nilai momen nominal yang paling kecil. Ada tiga pengecekan, yaitu tahanan lentur, tahanan geser, dan hubungan antara lentur dan geser. Profil yang dipilih harus memenuhi syarat:
    a. Tahanan Lentur
    Mu < Mn ø
    b. Tahanan Geser
    Vu < Vn ø
    Vn = 0.6 *fy*Aw
    Karena yang akan mengalami geser pada profil WF adalah plat badan maka yang perlu diperhitungkan adalah Aw (Luas web (badan))
    c. Interaksi geser dan lentur

    intgeserlentur

  6. Cek lendutan
    lendutanJika semuanya ok, maka profil dapat dipakai. Jika ada yang belum ok, maka anda kurang beruntung, silahkan coba profil yang lain :D . Perhitungan ini berdasarkan SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Untuk tahu lebih detailnya silahkan dilihat lagi SNInya :)

Prosedur Desain Elemen Lentur Baja (Part I)

Lama sekali saya tidak posting, berhubung akhir-akhir ini saya sibuk sekali.. Sibuk mencari kesibukan :D

Postingan kali ini adalah tentang struktur baja, desain elemen lentur. Saya baru selesai tugas Perancangan Bangunan Gedung, kebetulan saya dapat material baja. Jadi mumpung masih ingat, saya share sedikit yang saya tahu (kebetulan saya tahunya cuma sedikit :D )

Okay, kita mulai saja. Elemen lentur. Apa sih elemen lentur? Ya intinya elemen yang melentur. Udah gitu aja, daripada panjang lebar malah ga ngerti. Elemen lentur di sini adalah balok. Baja adalah material yang memiliki kondisi plastis. Ini gambarnya, (yang ini gambarnya ngopi dari web lain)

tegreg

Nah, elemen lentur pada baja didesain sampai pada kondisi plastis, bukan pada kondisi elastis. Pada saat awal pembebanan tegangan akan terus bertambah sampai mencapai tegangan leleh (fy), kemudian serat bagian dalamnya pun tegangannya ikut bertambah sampai tegangan leleh juga. Agar tambah bingung kita lihat gambarnya.

lelplas

Pada kondisi a adalah pembebanan awal, tegangannya kurang dari  tegangan leleh. Pada kondisi b adalah batas kondisi elastis, tegangan yang terjadi pada serat terluar sama dengan tegangan leleh. Kondisi c tegangan tetap pada tegangan leleh diikuti serat terdalamnya. Pada kondisi d seluruh penampang pada tegangan leleh, kondisi ini adalah batas kondisi plastis.

Asal usul rumus momen pada (b) dan (d), sebenarnya sederhana. Hanya persamaan momen seperti pada umumnya

leleh

C = volume prisma atas
= σ * ½ h * 0.5 * b

C = T

Jika ditinjau dari T, maka
M = C * 2/3 h
= fy * ½ h * 0.5 * b * 2/3 h
= fy * 1/6 * b * h2
Karena Sx = 1/6 bh2, maka
M = Sx * fy

Begitu loh asal mulanya, sedangkan untuk kondisi (d):

plastis

C = volume balok atas
= σ * ½ h * b

C = T

Jika ditinjau dari T, maka
M = C * 1/2 h
= fy * ½ h * b * 1/2 h
= fy * 1/4 * b * h2

Karena Zx = 1/4 bh2, maka
M = Zx * fy

Ya begitulah asal usul dari rumus momen leleh dan momen plastis. Untuk prosedur desain elemen lentur baja, karena kalau di sini terlalu panjang kita lanjut di postingan selanjutnya ya :)

Tepat Waktu dan Jam Karet

originalKetika melihat orang lain yang tidak tepat waktu sepertinya aneh sekali. Maklum, saya dididik untuk selalu disiplin dan tepat waktu. Kakek saya tidak suka dengan jam karet, bahkan jika ada saudaranya yang berjanjian dengannya dan tidak tepat waktu pasti kena semprot kakek saya. Beliau pernah bilang pada saya, “Sebenarnya bukan tepat waktu, tapi pada waktu yang tepat.” Kalimat yang rada membingungkan. Hehe..

Dulu saya sering marah jika sudah janji rapat jam 9, saya sudah di sana dari jam 9 kurang, dan.. baru datang semuanya satu jam sampai satu setengah jam setelahnya. Dengan berbagai alasan, ya nyuci dulu lah, nyetrika dulu, masak dulu, dan alasan lainnya. Dulu juga pernah menunggu seseorang yang janjian dengan saya dan datangnya empat jam setelahnya. Ckckck..

Saya berpikir, masalah ketepatan waktu ini ada kaitannya dengan etika dan menghormati orang. Saya selalu memperhatikan mereka yang datang terlambat, saya membandingkannya dengan ketepatan waktu mereka saat ke sekolah/kampus. Logikanya begini, jika mereka datang ke sekolah/kampus tepat waktu dan mereka tidak tepat waktu ketika datang rapat atau bertemu dengan saya, berarti mereka lebih memprioritaskan dan lebih menghormati sekolah/kampus/kantor mereka. Seakan rapat atau janjian itu tidak terlalu penting.

Jika sudah sepakat dengan perjanjiannya. Saya jarang sekali terlambat ketika bertemu dengan seseorang. Alasannya sederhana, pertama janji itu harus dipenuhi, kedua seorang laki-laki selalu memperlakukan orang lain dengan baik. Bagi saya orang lain yang janji dengan saya berarti mereka membentuk suatu ikatan yang baik dengan kita, maka kita harus memperlakukannya dengan baik. Saya selalu mengusahakan saya selalu datang sebelum waktunya, walaupun saya menunggu. Bagi saya target adalah waktu sebelum waktu yang disepakati, sedangkan waktu yang disepakati itu bagi saya adalah waktu kritis. Kadang kala saya melakukan hitung-hitungan untuk menentukan waktu tempuh saya ke tempat tujuan agar tidak terlambat.

Sering juga saya berjanji dengan jam yang tidak bulat, “Saya ke rumah jam 15.37 ya“. Dan saya pun selalu datang di waktu itu (puterin jam tangan dulu dikit :p ). Dengan itu saya menunjukkan penghormatan, dan menunjukkan bahwa orang yang saya ajak janjian itu berharga bagi saya. Karena harga dari sebuah ikatan persahabatan itu sangat mahal.

Tidak semua orang memiliki alokasi waktu yang sama dengan kita. Maka kita seharusnya menghargai waktu mereka. Karena waktu itu amat berharga. Kini saya mengerti maksud dari ucapan kakek saya, “Bukan tepat waktu, tapi di waktu yang tepat.” Karena kita yang memilih waktunya, kita yang memposisikan diri akan ada di waktu yang mana. Jika kita menghormati orang lain kita harus ada di waktu yang mana, jika dalam kondisi tertentu harus ada di waktu yang mana. Semuanya pilihan kita. Kita yang menentukan akan lebih cepat, tepat, atau terlambat :)

Berpikir Jauh ala Farhat Abbas dan Ridwan Kamil

rkfarhatBaru-baru ini muncul sesosok pria yang membuat geram banyak orang karena kritikannya. Hampir semuanya dikritik. Siapa dia? Dialah Farhat Abbas, calon presiden yang akan membasmi korupsi dengan sumpah pocong :D

Pertamanya saya tidak terlalu memperhatikan apa yang dia ucapkan. Karena baru-baru ini saya membuat akun twitter, dan saya follow Ridwan Kamil, walikota Bandung, saya melihat ada beberapa kritikan dari Farhat Abbas mengenai beliau. Dan karena saya kepo, jadi saya intip TLnya Bang Farhat ini. Ternyata bukan hanya Ridwan Kamil saja yang ia kritik, melainkan banyak sekali, mungkin nanti anjing kencing di pohon juga bakal dikritik :D

Saya tidak membahas kicauan Farhat tentang yang lain, saya hanya membicarakan kicauan Farhat tentang kota Bandung dan walikotanya. Beberapa di antaranya tweet-tweet Farhat Abbas adalah ketidaksetujuannya mengenai WiFi gratis yang dipasang di masjid (untuk yang ingin tahu tweet-nya seperti apa disearch aja ya :) ). Maksud walikota, WiFi yang dipasang di masjid dimaksudkan agar masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah, tentunya dengan kontrol oleh pengurus DKM masjid agar aktifitas menggunakan internet dilakukan setelah melaksanakan sholat. Maka masyarakat akan bergaul di lingkungan masjid, bukan di tempat-tempat yang negatif. Selain itu WiFi di masjid dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran listrik, telepon, PDAM, juga zakat secara online, dengan demikian ada benefit yang dapat diambil untuk masjid.

Nah, lalu apa pikiran Farhat? Farhat berpikir bahwa jika WiFi ada di masjid, maka akan merusak citra masjid. Bisa saja ada orang yang menggunakan WiFi di masjid dan mengakses situs porno. Lalu dia berpikir, karena WiFi di masjid, penjagaannya bertambah, sudah menjaga sandal dan kotak amal, sekarang ditambah laptop.. Hmm..

Kicauan Farhat yang lain adalah tentang Taman Jomblo, intinya dia tidak setuju dengan adanya Taman Jomblo, dan di salah satu tweetnya dia menyebutkan, “Bandung itu butuh walkot yg bisa ngusir penegak hukum dzalim yg tak adil dan tak benar terhadap rakyat, bukan butuh taman jomblo.” Setelah itu dia menyindir: “Walikota Bandung tukang taman”. Yang saya tangkap dari sana adalah menurutnya taman itu tidak penting. Hmm..

Lalu beberapa hari yang lalu di acara Hitam Putih Trans 7 Farhat menyerang Ridwan Kamil yang menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor, bahkan Farhat juga menyerang Jokowi yang juga bersepeda. Di Bandung setiap hari Jumat warga dianjurkan memakai sepeda, dan di Jakarta hari Senin PNS dilarang menggunakan kendaraan pribadi. Menurut Farhat tidak semua orang punya sepeda, dan berarti yang tidak punya sepeda harus beli sepeda. Lalu dia berpendapat, jika ada PNS yang rumahnya di Bogor dan kantor di Jakarta apakah harus pakai sepeda? Lalu, jika Jokowi ke kantor pakai sepeda, berarti dia dari rumah tidak mandi karena nanti akan berkeringat, maka dia akan mandi di kantor, kalau dia mandi di kantor dia akan menghabiskan air di kantor, artinya dia memakai uang dari masyarakat. Hmmm..

Selain itu banyak juga kicauannya tentang anak jalanan, bis gratis, bahasa sunda, kepadatan penduduk kota Bandung, dan banyak lagi (cape lah ngitungnya :D ). Berhubung saya warga Bandung walaupun sekarang jarang pulang ke Bandung, tentunya saya mengharapkan perubahan yang baik terhadap kota Bandung. Dan saya merasa kini Bandung sedikit lebih baik dari sebelumnya. Seorang Tokoh Ridwan Kamil yang menjadi pemimpin kota Bandung memberi pengaruh terhadap perubahan-perubahan itu. Juga merubah warga yang tadinya pesimis terhadap perubahan menjadi optimis, termasuk saya.

Oke, yang saya amati, Ridwan Kamil dan Farhat Abbas memiliki kesamaan, yakni keduanya mampu untuk berpikir jauh, pemikiran Farhat Abbas tidak salah, tetapi menunjukkan kadar intelektual yang berbeda dengan Ridwan Kamil. Coba amati, pikiran Ridwan Kamil tentang WiFi masjid, lalu bandingkan dengan pikirannya Farhat Abbas. Untuk anda yang memiliki kejernihan pikiran dan kejernihan hati pasti akan cenderung terhadap pemikirannya Ridwan Kamil.

Kita kupas sedikit tentang Taman Jomblo. Sebenarnya nama itu tercetus dari sebuah heureuy (guyon) Ridwan Kamil dengan warganya di Twitter. Ridwan Kamil merencanakan akan ada banyak taman tematik yang tersebar di Bandung. Taman, mungkin untuk Farhat Abbas itu sepele, dan tidak penting. Tapi untuk orang yang mengerti tata kota, planologi, dsb, itu bisa jadi sangat penting. Salah satu upaya Ridwan Kamil adalah menaikkan Index of Happiness.

Saya pernah belajar Planologi, walaupun nilainya pas-pasan. Saya mempelajari bahwa kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh infrastruktur dan penataannya, dengan begitu suatu daerah dapat berkembang dari segi ekonomi, sosial, politik, pendidikan, kesehatan. Logikanya begini, dengan kota yang nyaman, infrastruktur yang baik, sarana dan prasarana yang baik, maka masyarakat akan nyaman untuk tinggal di kota tersebut. Jika masyarakat sudah merasa nyaman, mood masyarakat akan baik, mereka akan merasa bahagia. Jika mereka bahagia mereka akan bekerja/beraktifitas dengan rasa senang, dengan begitu produktifitas warga dalam aktifitasnya akan naik, dengan begitu akselerasi pertumbuhan kota akan besar. Nah, taman itu adalah salah satu trik bagaimana agar masyarakat bisa nyaman dan bahagia untuk tinggal di kotanya sendiri. Taman juga merupakan trik agar masyarakat mau untuk keluar rumah dan berinteraksi dengan yang lainnya. Dengan begitu terjadi hubungan harmonis antar warga, dan pertumbuhan kota akan semakin cepat.

Untuk masalah sepeda, saya rasa itu sudah jelas maksudnya adalah untuk mengurangi kemacetan. Langkah yang dilakukan oleh Ridwan Kamil dan Jokowi adalah untuk pembiasaan bagi masyarakat. Mengenai komentar Farhat masalah beli sepeda, dan mandi di kantor itu menurut saya adalah pemikiran yang jenius, jenius sekali :D

Yang saya pelajari dari momen ini adalah: Banyak orang yang beranggapan punya gelar, banyak bicara, banyak mengkritik dan berpikir jauh (kejauhan) itu keren.  Mungkin, tetapi itu tidak berarti menunjukkan kadar intelektual yang baik :)

Tidak Ada Yang Bodoh

Waktu saya SD, teman saya dimarahi oleh mamanya. Pasalnya nilai matematikanya selalu jelek, tidak seperti saya. Saya memang merasa saya punya kemampuan lebih dibanding dengan yang lainnya. Tapi walaupun nilai-nilai saya bagus, nilai olahraga saya tidak bagus.. jauh dari bagus. Saya selalu juara 1 karena nilai-nilai pelajaran yang terlampau tinggi (lebay) dapat menutupi kekurangan saya di pelajaran olahraga.. Dulu saya tidak pernah belajar jika mau ujian, tapi saya selalu bisa mengerjakan. Tapi jika mau ujian olahraga, walaupun sudah latihan dulu ya tetap saja begitu..

Ngomong-ngomong soal kecerdasan, sebenarnya manusia memiliki kecerdasannya masing-masing. Menurut Profesor dari Harvard University, H. Gardner (H-nya itu Howard, bukan Haji :p ) ada 8 jenis kecerdasan yang bisa dimiliki manusia yaitu kecerdasan logical, visual, musical, intrapersonal, kinesthetic, interpersonal, naturalistic, dan linguistic. Seorang manusia pasti memiliki satu jenis kecerdasan ini atau lebih, dan kelebihan dari satu jenis kecerdasan akan merupakan kekurangan bagi kecerdasan yang lainnya. Misal, seseorang yang memiliki kecerdasan logika akan mempunyai kekurangan dalam kecerdasan kinestetik atau linguistik.

Kecerdasan logika (logic-mathematic), yaitu kemampuan dalam memahami suatu permasalahan logis dengan penalaran. Yang seperti ini biasanya pintar matematika, sains, filsafat. Berpotensi untuk menjadi ilmuwan/orang yang berpendidikan.

Kecerdasan Visual, yaitu kemampuan untuk memahami, dan menciptakan suatu imajinasinya dalam bentuk objek. Misal, jika orang awam melihat laut ia pasti akan mengatakan bahwa warna laut itu biru. Tapi jika pelukis yang melihat laut, sebenarnya warnanya tidak hanya biru, ada putih, abu-abu, hijau muda, aqua, dan banyak sekali kombinasi. Makanya kelihatan, jika lomba mewarnai, anak yang tidak cerdas secara visual ia akan mewarnai suatu objek dengan satu warna saja. Polos. Tetapi jika anak yang memiliki kecerdasan visual, ia akan mewarnai objeknya dengan berbagai macam kombinasi warna hingga menyerupai detail aslinya.

Kecerdasan Musikal. Kemampuan memahami, mengelola, menganalisis dan menciptakan nada. Orang yang mempunyai kecerdasan ini, pendengarannya akan sangat peka jika ada nada yang sumbang atau tidak cocok. Misal saja, menyetem gitar kini ada banyak alat atau software guitar tuner, tapi seorang yang memiliki kecerdasan musikal pendengarannya akan sangat peka ketika nadanya tidak pas walaupun berbeda 1 Hz. Cara yang mudah untuk mengetahui seseorang memiliki kecerdasan musikal atau tidak adalah cobalah dia untuk menirukan nada, jika nadanya tidak sama, berarti dia memang tidak berbakat.

Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami dan mengoptimalkan diri, peka terhadap emosi, ide, tujuan hidup, harapan, motivasi. Orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal ia lebih peka untuk mengendalikan diri bagaimana sebaiknya ia berperilaku. Orang yang seperti ini tipe orang yang pemikir, visioner, dan tertarik pada filosofi.

Kecerdasan kinestetik, kemampuan untuk mengekspresikan sesuatu dengan fisiknya. Ia akan sangat pandai untuk meniru suatu gerakan-gerakan yang dilakukan orang lain, atau menciptakan suatu gerakan baru. Misal saja, orang yang memiliki kecerdasan kinestetik akan lebih mudah dan lebih tangkas dalam berolahraga. Atau penari yang menirukan gerakan instrukturnya, dan menciptakan suatu gerakan baru yang indah.

Kecerdasan interpersonal, adalah kemampuan untuk membangun relasi, peka terhadap orang lain, supel, dapat berkomunikasi dengan baik, mampu berdiplomasi. Orang-orang yang memiliki kecerdasan interpersonal akan memiliki banyak teman dan jaringan, orang-orang seperti ini akan lebih aktif di organisasi. Kecerdasan ini dibutuhkan juga oleh mafia yang memerlukan backing dari orang-orang penting untuk membentuk suatu hubungan yang baik.

Kecerdasan naturalistik. Kecerdasan ini berkaitan erat dengan alam. Lebih peka terhadap hal-hal yang berbau alam. Orang yang memiliki kecerdasan naturalistik ini seperti petualang, geologist, dan filsuf.

Kecerdasan linguistic, adalah kecerdasan dalam mengolah bahasa. Orang yang memiliki kecerdasan linguistik akan lebih peka terhadap kata-kata yang ia akan ucapkan/tuliskan, kata-kata yang ia baca, dan menafsirkan apa yang ia baca.

Kecerdasan itu banyak.. Kecerdasan tidak bisa diukur dengan tes IQ. Jadi jangan khawatir disebut bodoh (kecuali kalau memang iya) karena setiap orang memiliki kecerdasannya masing-masing. Tapi saya tidak setuju dengan pernyataan ini: “tidak ada yang bodoh, yang ada adalah yang tidak mau berusaha”. Saya lebih cenderung kepada pernyataan saya,

“tidak ada yang bodoh di dalam kecerdasannya masing-masing”

So, apa kecerdasan yang dominan dalam diri kamu?

Kalau saya sih yang dominan musikal, visual, linguistik, logikal, intrapersonal.

Silahkan dicermati :)

Should I Follow You?

Baru kemarin saya bilang, saya tidak akan follow orang yang tidak dikenal yang meminta folback. Dan.. tadi pagi setelah saya makan sahur handphone saya bergetar tanda ada notifikasi. Ketika saya lihat ternyata ada mention di twitter: “folbek gung!”. Ternyata yang mention itu orang yang pernah meminta folbek kepada saya sampai tiga kali. Ketika saya lihat profilnya, ternyata bocah kelas 1 SMA, lahir 1998, jauh sekali bedanya dengan saya. Followernya 2000 lebih, tapi followingnya juga lebih banyak dari followernya.

Kenapa saya tidak folback dia, karena pertama, saya pikir caranya meminta kepada saya tidak sopan. Saya tidak keberatan dipanggil nama langsung tanpa dengan kang, a, mas, kak, dsb, kalau saya sudah kenal dan umurnya tidak terlalu jauh, beda 1,2,3 tahun ya masih tidak apa-apa.. Kalau sudah 7 tahun, ya saya cap itu kurang ajar, apalagi sama sekali tidak saling mengenal.

Kedua, tweetnya tidak menarik, kebanyakan sampah. Hanya tentang kegalauan kegalauan yang tidak jelas, apalagi frekuensinya sering. Saya tidak mau timeline saya terkotori.

Karena saya sudah malas saya balas saja mentionnya: “Manfaatnya apa folback anda?”

Dia jawab; “Tau dah.. Mau folbek atau nggak itu terserah anda! Hak anda!!”

Nah kan, dia sendiri saja tidak tahu apa manfaatnya.. Kelihatannya dia emosi, saya pancing saja sekalian: “alay ya?”

Dia jawab: “udah ngomong sopan gini dibilang alay!”

Saya cuma senyum-senyum melihatnya. Saya balas lagi: “ooh gitu.. Saya beri saran ya, jika anda memanggil seseorang yang lebih tua sebaiknya tidak memanggil nama langsung. Karena bisa dianggap tidak sopan..”

Setelah itu dia langsung unfollow saya. Hahaha.. Menjadi kepuasan tersendiri membuat anak kecil emosi. :D

Yang saya tangkap adalah, anak ini salah sangka dengan sosial media. Dan saya yakin bukan hanya dia yang seperti itu, pasti banyak. Mungkin anda yang sedang membaca ini juga termasuk :p
Saya lihat, tampaknya dia meyakini dan mempercayai bahwa semakin banyak follower di twitter, semakin banyak friend di facebook, dia akan semakin keren. Makanya banyak iklan get your twitter follower for free, pertanyaan saya adalah untuk apa?? Apa manfaatnya?
Saya rasa ini muncul dari para penganut sekte kolektor follower ini.

Fungsi dari jejaring sosial itu sendiri masing-masing berbeda, esensi facebook identik dengan pertemanannya, dan twitter lebih kepada apa yang ingin kita tahu dari tweet seseorang. Kalau kita tidak ingin tahu tweetnya seseorang ya jangan difollow. Berbeda dengan facebook kita masih bisa berteman dengan seseorang walaupun statusnya disetting agar tidak terlihat, jadi tidak annoying.

Maka sebenarnya kolektor follower itu telah salah paham dengan esensi sosial media itu sendiri. Apalagi dengan menjadikan media sosial sebagai media untuk tidak bersosial di kehidupan.

Saya pernah dengar bahwa hukum sesuatu yang mubah (boleh) bisa berganti hukumnya jika dalam kondisi kondisi tertentu. Seperti hukum nikah itu ada yang wajib, sunnah, makruh, dan haram. Sama seperti hukum sosial media, yang berperilaku seperti kolektor follower itu penggunaan sosial media hukumnya makruh. Karena tidak ada gunanya, tidak ada manfaatnya.

“Belagu amat lu folbek aja ga mau, artis aja bukan!”
Ya lebih baik saya belagu daripada saya alay seperti yang ngomong. Saya selektif dalam following orang, kenapa? Simpel saja, saya orangnya moody, saya tidak ingin di timeline saya banyak sampahnya sehingga merusak mood saya.

Kalau ingin difollow saya ya sebaiknya tweetnya jangan sampah semua, yang agak berbobot walaupun tidak sering. Terus mintalah dengan cara yang baik, ya bisa kenalan dulu, kirim message.

“salam kenal mas, saya mewakili indonesia dalam memecahkan rekor follower twitter paling banyak. Ayo follow saya untuk indonesia!”
Kalau pesannya seperti ini kemungkinan akan saya pertimbangkan.. untuk tidak difollow :D

So, bijaksanalah dalam menggunakan sosial media, karena media sosial akan membuat kehidupan lebih bersosial. :)