Mazhab Beda-Beda?? Boleh Nggak Sih?

•28 April 2012 • Leave a Comment

Kawan-kawan pembaca, mari kita berpikir bersama tentang mazhab. Kita sering mendengar statement, “kita itu harus punya mazhab”, atau “kalau bermazhab itu harus konsisten”. Mungkin lebih jelasnya begini, “setiap muslim harus bermazhab pada satu imam dan harus konsisten pada mazhab tersebut”

Seperti yang kita ketahui, mazhab-mazhab yang terkenal adalah mazhab Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hambal. Sekarang pertanyaannya adalah benar nggak sih statement diatas? Nah, sekarang mari kita teliti pernyataan dari keempat Imam tersebut..

  • Imam Abu Hanifah

“Kalau saya mengemukakan suatu pendapat yang bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits Rasulullah Saw, tinggalkanlah pendapatku itu.” (Kitab Al-Iqazh hal.50)

“Tidak halal bagi seseorang mengikuti perkataan kami bila ia tidak tahu dari mana kami mengambil sumbernya.” (I’lamul Muwaqin, 2/309)

“Jika suatu hadits shahih, itulah mazhabku.” (Kitab Al-Hasyiyah 1/63)

  • Imam Malik

“Saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh karena itu telitilah pendapatku. Bila sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah, ambillah, dan bila tidak sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah, tinggalkanlah.” (Kitab Ushul Al-Ahkam VI/149)

“Siapa pun perkataannya, bisa ditolak dan bisa diterima. kecuali hanya Nabi Saw sendiri.” (Irsyad As Salik, 1/227)

  • Imam Syafi’i
“Setiap perkataanku bila berlainan dengan riwayat yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hadits Nabi lebih utama dan kalian jangan bertaqlid kepadaku.” (Ibnu Abi Hatim dalam Adabu Asy Syafi’I, hal 93)
“Setiap orang harus bermazhab kepada Nabi SAW dan mengikutinya. Apapun pendapat yang aku katakan atau sesuatu yang aku katakan itu berasal dari Nabi SAW tetapi ternyata berlainan dengan pendapatku, apa yang disabdakan oleh Rasulullah irulah yang menjadi pendapatku” (Ilamul Muwaqin, 2/363-364).

“Setiap hadist yang dating dari Nabi SAW, berarti itulah pendapatku. Sekalipun kalian tak mendengar langsung dariku” (Ibnu Abi Hatim dalam Adabu Asy Syafi’I, hal 93).

“Bila suatu perkara ada hadistnya yang sah dari Nabi SAW menurut kalangan ahli hadist, tetapi pendapatku menyalahinya, pasti aku akan mencabutnya baik selama aku hidup maupun setelah aku mati” (Al Hilyah, 9/107).

“Bila kalian menemukan sesuatu dalam kitabku yang berlainan dengan hadist Rasulullah, peganglah hadist Rasulullah dan tinggalkan pendapatku itu” (Al Hilyah, 9/107).

“Seluruh kaum muslimin telah sepakat bahwa orang yang secara jelas telah mengetahui suatu hadist dari Rasulullah tidak halal meninggalkannya guna mengikuti pendapat seseorang” (Al Filani, 68).

“Bila kalian mengetahui aku mengatakan suatu pendapat yang ternyata menyalahi hadist Nabi yang shahih, ketahuilah bahwa itu berarti pendapatku tidak berguna” (Adabu Asy Syafi’i hal. 93).

  • Imam Ahmad bin Hambal

“Janganlah engkau taqlid kepadaku atau kepada Malik, Syafi’i, Auza’i dan Tsauri, tetapi ambillah dari sumber mereka mengambil” (Al-I’lam II/302).

“Pendapat Auza’i, Malik dan Abu Hanifah adalah ra’yu (pikiran), bagi saya semua ra’yu itu sama saja, tetapi yang menjadi hujjah agama adalah yang terdapat pada atsar (hadist)” (Al Jami, 2/49).

Perlu kita ketahui juga bahwa sumber nilai Islam itu mempunyai urutan sebagai berikut:

1. Al-Quran
2. Al-Hadits
3. Ijtihad

Nah, setelah membaca pernyataan dari keempat imam dan prioritas sumber nilai Islam, tentunya kita dapat menarik kesimpulan dong. Silahkan disimpulkan sendiri :)
Yang sudah menarik kesimpulan monggo di-share di sini :)

Analisis Gaya Pada Rangka Batang/Truss, Metode Titik Buhul

•1 March 2012 • 1 Comment

Pada postingan kali ini saya akan membahas perhitungan gaya pada rangka batang/truss. Prinsipnya masih sama dengan yang kemarin, masih menggunakan perhitungan reaksi perletakkan. Struktur rangka batang itu terdiri dari batang-batang (kalau bukan terdiri dari batang-batang, ngapain saya nulis ini :)  ). Untuk penampakannya silahkan lihat gambar di bawah, kalau tidak kuat silahkan lambaikan tangan ke kamera :D

Menurut buku, stabilitas rangka batang dapat ditinjau dari stabilitas luar, yaitu reaksi perletakan tidak boleh bertemu di satu titik. Selain dari stabilitas luar, ada juga stabilitas dalam, yaitu rangka batang harus tersusun dari pola-pola segitiga. Struktur ada yang statis tertentu dan statis tak tentu, yang akan dibahas disini adalah struktur statis tertentu.

Syarat dari struktur statis tertentu adalah jumlah gaya pada tumpuan struktur = 3. Seperti gambar diatas ada satu tumpuan sendi dan satu tumpuan rol. Tumpuan sendi mempunyai dua gaya, yaitu gaya horizontal dan vertikal (maksudnya yang sejajar dan tegak lurus), sedangkan tumpuan rol memiliki satu gaya, yaitu gaya vertikal. Maka jika dijumlahkan ada tiga gaya, sehingga struktur ini memenuhi syarat struktur statis tertentu.

Cara menghitung gaya pada batang, ada dua metode yang dikenal saat ini, dan mungkin akan menjadi tiga, doakan saja saya menemukan metode yang ketiga :) . Dua metode tersebut adalah metode titik buhul, dan metode ritter. Sebagai contoh saya akan gunakan metode titik buhul. Metode titik buhul cukup sederhana, namun butuh ketelitian. Penyelesaiannya dimulai dengan menghitung reaksi perletakan. Lalu menghitung gaya vertikal dan horizontal dengan persamaan ΣV=0 dan ΣH=0.

Langkah pertama adalah tentukan sudut antar batang, dan berikan nama pada tiap titik buhul dan tiap batang, ini untuk memudahkan perhitungan supaya tidak membingungkan. Penamaan bebas, terserah, mau dikasih nama Samsudin juga bebas, asal nantinya dimengerti.

Langkah kedua adalah hitung reaksi perletakannya. Sudah bisa kan? Kalau belum tahu lihat postingan sebelumnya. Pada contoh ini gaya yang diberikan tepat di tengah sebesar 20 kN, maka beban ini akan didistribusikan ke tumpuan masing-masing sebesar 10 kN. Sehingga RAV= 10 kN dan RBV = 10 kN, sedangkan RAH=0, karena tidak ada beban horizontal.

Langkah berikutnya adalah menghitung gaya pada batang di setiap titik buhul.
Pertama kita akan menghitung gaya pada batang di buhul A

ΣV=0
RAV + F1 sin 45 = 0
10 = – F1 sin 45
- F1 = 10/ sin 45
F1 = -14.14 kN

ΣH=0
RAH + F2 + F1 cos 45 = 0
0 +F2 = -F1 cos 45
F2= -(-14.14 cos 45)       F2= 10 kN

Selanjutnya di buhul B. oh iya,, setiap tanda arah pada batang menjauhi titik buhul.

ΣV=0
F3=0

ΣH=0
F2-F4 = 0
F2 = F4
F4 = 10 kN

 

 

Buhul C

ΣV=0
-20 – F3 – F1 sin 45 – F5 sin 45 = 0
-20 – 0 – (-14.14 sin 45) = F5 sin 45
-20 – 0 + 10 = F5 sin 45
F5 = -10/sin 45
F5 = -14.14 kN

ΣH=0 (dicek, bener nggak hitungan diatas)
- F1 cos 45 + F5 cos 45 = 0
-10 + 10 = 0 (bener kan..)

Buhul D, (nggak usah dihitung lah ya, udah bener ini kok..)

Nah, sudah selesai. Jadi hasilnya adalah:
F1= -14.14 kN
F2= 10 kN
F3= 0 kN
F4= 10 kN
F5= -14.14 kN
*)tanda minus menunjukkan batang tersebut dalam kondisi tekan, dan tanda plus dalam kondisi tarik.
bisa digambarkan seperti ini:

Cukup sekian contohnya, gampang kan? Memang contoh itu selalu gampang, kalau saya bikin yang susah sekalian aja Ujian :D

Mari Membaca dan Menghafal al-Quran

•22 February 2012 • Leave a Comment

Membaca al-Quran adalah sebuah ibadah yang paling utama karena pedoman kita sebagai umat Islam ada pada al-Quran. Bagaimana bisa mengamalkan isi al-Quran tanpa bisa membaca dan memahaminya? Dalam hal ini para ulama sepakat, bahwa hukum membaca al-Quran adalah wajib ‘ain. Maka dari itu, setiap muslim berkewajiban mampu membaca al-Quran dengan baik dan benar. Jika tidak, maka ia berdosa.

 ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari & Muslim).

 Sesuai bahasanya Al-Qur’an berarti bacaan (qira’ah), bukan tulisan (rasm). Karena itu, dari dahulu yang dimaksud dengan “membaca” Al-Qur’an adalah membaca dari ingatan (qara`a ‘an zhahri qalbin), baik proses turun pewahyuannya maupun penyampaian, pengajaran dan periwayatannya dilakukan melalui lisan dan hafalan, bukan tulisan. Tulisan adalah sebagai penunjang. Lagi pula tidak ada dalil yang menjelaskan bahwa membaca teks al-Quran lebih utama daripada membaca dari hafalan.

Secara logika begini, Al-Quran diturunkan di tanah arab dengan berbahasa arab kepada orang arab. Lantas mengapa al-Quran tidak diturunkan dengan bentuk tulisan saja? Di dalam surah al-Qiyamah disebutkan:

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya [Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.].

17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan(membuatmu pandai) membacanya.

18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.

 Kita dapat berpikir betapa Al-Quran dikhususkan oleh Allah, sehingga cara bacanya pun tidak dapat disamakan dengan bacaan bahasa Arab pada umumnya.Di ayat ke 18 menunjukkan sebuah metode dalam pembelajaran al-Quran yang biasa disebut dengan “Talaqqi”. Talaqqi adalah sebuah metode mempelajari bacaan al-Quran dengan seorang guru yang dapat mempertanggungjawabkan kebenaran atas apa yang diajarkannya, karena bacaan al-Quran harus sama dengan apa yang Rasulullah bacakan. Maka tidak ada alasan yang membenarkan seorang mukmin mempelajari bacaan al-Qur’an secara otodidak tanpa seorang pembimbing yang dapat mempertanggungjawabkan kebenaran apa yang diajarkan.

Bagaimana dengan menghafal al-Quran? Banyak keutamaan yang diperoleh dari menghafal al-Quran. Dijelaskan dalam beberapa hadits:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.”(Riwayat Bukhari dan Muslim) 

 “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih)

 Bagi kawan-kawan yang belum lancar membaca al-Quran ada tips sederhana yaitu:

  1. Usahakan mempunyai mushaf al-Quran, ini membantu jika sewaktu-waktu lupa terhadap bacaan atau hendak mengulangnya.
  2. Cari guru yang kompeten
  3. Praktekan secara berulang-ulang
  4. Perhatikan apa yang guru ajarkan

Jika sudah mahir membaca, bagi kawan-kawan yang ingin menghafal al-Quran ada beberapa tips disini

Teknik Asyik Menghapal al-Quran ala Ustadz Yusuf Mansyur

Mari kita bersama-sama memperbaiki diri kita, meningkatkan kualitas diri kita, agar diri kita lebih bernilai dan lebih berharga dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita dalam proses menuju pribadi muslim sejati. Aamiin.

Wallahu a’lam bishowab.

Lagu Anak di Indonesia, Kurang Laku?

•6 February 2012 • Leave a Comment

Mungkin sekarang sudah tidak asing lagi jika seorang bocah berumur 2-7 tahun bernyanyi lagu-lagu yang seharusnya untuk orang dewasa. Apalagi sekarang lagu-lagu untuk orang dewasa kini dibanjiri oleh lagu-lagu cinta, perselingkuhan dengan lirik yang kurang mendidik. Tidak bahaya? Mungkin untuk jangka pendek tidak, tapi perlahan-lahan perkembangan pemikiran anak akan berkembang terlalu cepat dari yang seharusnya. Mereka akan cepat dewasa sebelum waktunya. Baik? Tentu tidak. Karena seharusnya anak-anak berpikir seperti anak-anak, dan orang dewasa berpikir seperti orang dewasa.

Apakah Indonesia krisis lagu anak? Mungkin demikian, tetapi lagu-lagu anak di era 80-90an juga masih banyak dan kualitasnya juga bagus baik dari segi liriknya maupun dari komposisi nadanya. Tetapi saya sendiri juga mengalami saat saya masih bocah di tahun 90-an. Lagu anak kedengarannya tidak menarik bagi saya. Yang menjadikan tidak menarik adalah pada saat itu aransemen musiknya terdengar kurang menarik, selain itu ditambah penyanyinya oleh anak-anak yang memang kualitas suaranya belum mumpuni (sekedar penilaian subjektif saja dari saya).

Saya tidak dapat mengatakan itu tidak menarik jika tidak ada pembanding, karena pada saat itu juga selain ada lagu anak, ada juga lagu daerah, lagu nasional, dan lagu orang dewasa yang lebih baik aransemen dan harmonisasi nadanya. Otomatis pada saat itu saya memilih lagu yang lebih enak didengar, karena walau bagaimana pun juga seorang anak dapat menganalisa nada-nada di sekitarnya. Itulah sebabnya saya lebih memilih mendengarkan lagu daerah dan lagu nasional yang terdengar lebih enak. Untung saja saya tidak terjerumus lagu-lagu untuk orang dewasa, karena pada saat itu orangtua saya tidak mengenalkan lagu-lagu demikian.

Jadi, apa yang harus diperbaiki lebih kepada bagaimana sebuah lagu dikemas dengan baik. Saat ini sudah ada musisi-musisi yang berkelas, seperti Jubing Kristianto yang mengemas lagu anak-anak dengan harmonisasi yang indah dan mengalir. Dengan kemasan yang baik, lagu-lagu anak tersebut dapat menjadi lebih bergengsi dan tidak kalah dengan lagu-lagu yang lain, karena disamping faktor-faktor yang saya sebutkan, faktor gengsi juga berpengaruh.

Anak-anak adalah cikal bakal para pemimpin, pembangun bangsa, yang akan mengembangkan peradaban. Karakter bangsa terlihat dari karakter masyarakatnya, dan karakter masyarakat terbentuk dari karakternya di masa kecil. Karena itu, para musisi-musisi Indonesia harus lebih banyak berkarya demi mempertahankan eksistensi serta berperan serta dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Tool Dasar Sketchup

•23 January 2012 • Leave a Comment

Pada permulaan sketchup anda akan bertemu dengan pilihan template. Pilihlah yang satuannya meter. Sebelum kita belajar tentang tool di google sketchup, ada baiknya kita mengenal ruang gambarnya terlebih dahulu.

Seperti screenshot di atas, terdapat tiga sumbu. Sumbu merah, hijau dan biru. Ketiga sumbu tersebut menunjukkan arah, posisi, seperti sumbu vektor x,y,z. Kurang lebih seperti itu. Untuk menggambar sebuah objek, maka kita perlu menggunakan tool drawing

tool drawing ini mempunyai empat pilihan, yaitu Line, Rectangle, Circle, dan Arc. Fungsinya adalah untuk menggambarkan objek Garis (Line), Persegi (Rectangle), Lingkaran (Circle), Busur (Arc). Ini berfungsi untuk menggambar dalam 2 dimensi, anda dapat menggambarkannya sejajar sumbu Merah, hijau, atau biru seperti screenshot dibawah ini.

Oh iya, anda juga bisa membuat objek dengan ukuran yang anda inginkan. Caranya adalah klik dulu objek tool yang anda inginkan, misalkan tool Line, anda ingin membuat garis sepanjang 5 meter. Klik pada bidang gambar, sejajarkan dengan sumbu lalu ketik ukuran angka dan tekan enter. Ukuran yang sedang anda ketik akan muncul di kolom Measurements di pojok kanan bawah.

Jika sudah lancar menggunakan tool drawing, kita akan lanjut ke tools. 

saya akan jelaskan tool tersebut dari kiri ke kanan.
1. Make component, fungsinya adalah untuk membuat suatu objek menjadi satu komponen, misalkan anda menggambar kotak, lingkaran, segitiga, dengan menggunakan make component, semua bidang yang anda pilih akan menjadi satu komponen. Cara menggunakannya adalah klik select tool, pilih objek yang akan dibuat satu komponen dengan cara di blok, lalu klik make component.

2. Eraser, fungsinya adalah menghapus line yang sudah anda gambar. Misalkan anda menggambar Rectangle, lalu anda hapus salah satu sisinya, maka yang tersisa hanya ada 3 garis.

3. Tape measurement, fungsinya untuk menandai jarak.

4. Paint Bucket, fungsinya adalah untuk memberi warna pada objek yang sudah anda gambar. Pilihan materialnya ada pada Material Box di sebelah kiri. Tool ini sangat berperan penting jika sudah dalam tahap rendering.

5. Push/Pull, ini fungsi yang penting agar pengerjaan menjadi mudah. Push/Pull berfungsi untuk menarik atau menekan bidang gambar.  Sekarang coba anda buat persegi dengan rectangle tool, seperti di bawah ini

klik tool Push/Pull, lalu klik pada permukaan bidang. Geser mouse ke atas atau ke bawah, anda dapat membuat sebuah balok 3 dimensi dengan tool ini. Coba juga pada permukaan balok yang lain. Coba juga dengan tombol Ctrl.

6. Move, fungsinya adalah untuk memindahkan objek. Caranya adalah select objek dengan select tool, klik tool move, lalu klik di objeknya, lalu geser mouse untuk memindahkan dan klik di tempat yang anda inginkan. Apabila anda tekan tombol Ctrl, maka otomatis objek tersebut akan tercopy.

7. Rotate, fungsinya adalah untuk memutar posisi objek.

8. Offset, fungsinya untuk membuat objek 2 dimensi yang sama dengan skala yang berbeda. 

9. Selanjutnya adalah tool untuk mengatur tampilan gambar, ada Orbit, Pan, Zoom, Zoom Extend. Semua tool ini bisa dikendalikan pake scroll di mouse kok. Orbit, fungsinya untuk memutar area gambar, agar objek bisa terlihat di berbagai tampak, tool orbit ini bisa dipakai dengan klik dan tahan tombol scroll di mouse lalu geserkan mousenya. Pan, yaitu menggeser area gambar, caranya adalah klik tahan tombol scroll di mouse sambil menekan tombol shift. Zoom in/Zoom out, dapat dilakukan dengan menggeser scroll mouse ke atas atau ke bawah.

Ok, sekilas saja yang saya paparkan disini, selebihnya anda dapat mencobanya sendiri. Selamat mencoba :)

Preview Google Sketchup + Vray

•22 January 2012 • Leave a Comment

Baru-baru ini tepatnya dua tahun kemarin (sepertinya udah lama ya..), saya punya mainan baru yang asik digunakan untuk desain 3 dimensi, namanya Google Sketchup. Aplikasi ini digunakan untuk desain grafis 3 dimensi, kebetulan google menyediakannya gratis. Yah, mumpung gratis saya download. Ternyata aplikasi ini sangat mudah digunakan loh, dibandingkan dengan software-software yang lain seperti autoCAD. Menggambarnya bisa sesuai keinginan kita, dan option-optionnya tidak terlalu susah, intinya mudah dimengerti.
Nih sekilas Sketchup ini seperti apa

Untuk posting selanjutnya saya akan menjelaskan komponen-komponen dasar dari sketchup. Tapi sebelumnya, ada satu lagi yang menarik, yaitu Vray. Vray adalah plugin dari google sketchup, fungsinya untuk me-render objek yang kita buat di sketchup. Render itu semacam pewarnaan, pencahayaan, sehingga objek yang kita buat akan berkesan lebih nyata.
Anda bisa mendownload sketchup yang gratisan di http://sketchup.google.com/
selamat mendownload :)

Contoh Soal 2, Beban Segitiga

•4 October 2011 • 5 Comments

P1= 10 kN
q1= 13.5 kN/m

ΣMA=0
(RAH x 0) + (RAV x 0) + (P1 x 2) + [(q1 x 4.5 x 0.5) x ((1/3 x 4.5)+4)] – (RBV x 10.5) = 0
(10 x 2) + (13.5 x 4.5 x 0.5) x (5.5)  = 10.5 RBV
RBV = 17.82 kN

ΣMB=0
(RBV x 0) – [(q1 x 4.5 x 0.5) x ((2/3 x 4.5)+2)] – (10 x 8.5) + (RAV x 10.5) = 0
- (13.5 x 4.5 x 0.5) x (5) – (85) = – 10.5 RAV
RAV = 22.55 kN

ΣH=0
RAH=0

Check
ΣV=0
10 + (q1 x 4.5 x 0.5) – 22.55 – 17.82 = 0
10 + (13.5 x 4.5 x 0.5) – 40.375 = 0
0 = 0    ok!

 

Beban merata bentuk segitiga mula-mula dihitung terlebih dahulu. Pada contoh diatas q=13.5, q pada beban segitiga adalah muatan yang paling besar pada jarak tertentu di awal atau akhir beban segitiga. Atau bahasa kasarnya, q adalah tinggi segitiga, jadi untuk menghitung berapa muatannya, maka kita harus mencari luas segitiga, q sebagai tingginya dan 4.5 (pada contoh diatas) adalah alasnya. Luas segitiga adalah setengah alas dikali tinggi.
Pada perhitungan momen, karena yang dihitung adalah gaya x jarak, maka jarak titik pusat segitiga ke tumpuan perlu dihitung terlebih dahulu. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa titik pusat pada beban merata persegi panjang adalah setengah dari alas beban merata. Beban segitiga titik pusatnya ada di 1/3 alas, apabila jarak yang dihitung bertemu dengan puncak segitiga, seperti contoh diatas pada perhitungan  ΣMA=0. Karena perhitungan dimulai dari tumpuan A sampai tumpuan B, maka kita akan bertemu pada puncak segitiga terlebih dahulu, dan itu berlaku 1/3 alas. Sebaliknya jika kita pada perhitungan ΣMB=0, maka kita akan memulai perhitungan dimulai dari tumpuan B ke A, yang mana kita akan bertemu pada kaki segitiga terlebih dahulu. Apabila demikian maka titik pusat berlaku 2/3 alas, dan silahkan dihitung jarak dari titik pusat ke tumpuan.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 495 other followers